Mewujudkan Rumah Sakit Muhammadiyah 'Aisyiyah yang Unggul dan Islami

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 15 April 2016 13:03 WIB

Yogyakarta - Amal Usaha Muhammadiyah sekarang ini sedang berada di dalam  revolusi pelayanan kesehatan yang  seharusnya  mampu mempersiapkan  segala sesuatu dalam menghadapi perubahan-perubahan itu,  sehingga Amal Usaha Muhammadiyah  dapat bertahan  dan berkembang di masa-masa yang akan datang.

Hal tersebut disampaikan oleh Agus Sukoco selaku Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah  di depan 282 orang peserta  pada acara  pembukaan Rakornas dan Rakernas MPKU di Ballroom Hotel Santika Yogyakarta, Rabu (14/4).

Selanjutnya  menyampaikan, jika Muhammadiyah tidak sanggup menghadapi perubahan akan bernasip layaknya Dinosaurus yang punah seiring  terjadinya perubahan.

“Jika kita tidak mau berubah  dengan perubahan yang terjadi  di negeri ini  maka kita akan bernasib seperti Dinosaurus  yang  merupakan hewan buas, akan tetapi tidak mampu mengantisipasi  perubahan zaman, tidak mau berubah. akhirnya ia punah dari bumi ini,” ujarnya.

Mantan Ketua PWM Kalimantan Timur ini juga mengharapkan agar Muhammadiyah  ke depan  dapat menjadi salah satu organisasi yang mampu  mendermabaktikan  melalui  MPKU untuk  membangun sebuah   pelayanan kesehatan yang  diperlukan oleh negeri ini, bukan hanya pelayanan kesehatan yang biasa, tapi  pelayanan kesehatan yang memiliki  keunggulan di masa yang akan dating, dan keunggulan itu  terumuskan secara bersama-sama, yakni AUMKES  Islami dan unggul.

Senada dengan Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman bahwa Rumah Sakit Muhammadiyah harus mampu membawa kemajuan. Yaitu kemajuan yang unggul dan Islami. Dimana keduanya menjadi satu, seperti mata uang yang angka dan gambarnya tidak bisa dipisahkan.

Dia juga sangat mengapresiasi dan merasa bangga ketika salah satu Rumah Sakit Muhammadiyah, yaitu PKU Muhammadiyah Solo yang dipercaya oleh Presiden Jokowi sebagai tempat kelahiran cucu pertama..

Direktur Fasilitas Kesehatan Kementerian Kesehatan Sigit Priyo Utomo yang mewakili Menteri Kesehatan Prof Nila Farid Moeloek mengungkapkan kebanggaannya terhadap PKU Muhammadiyah, yang memiliki jumlah rumah sakit yang lebih banyak dari  rumah sakit vertical yang dimiliki oleh pemerintah.

“Jadi Muhammadiyah jelas memiliki peran yang lebih besar”, kata Sigit.

Menyoal bantuan fasilitas kesehatan, Sigit  meminta kepada RS Muhammadiyah untuk memiliki Aplikasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK), dan  meminta agar seluruh fasilitas serta sarana dan prasarana yang dimiliki oleh RS Muhammadiyah terdaftar dalam ASPAK. Dengan itu memudahkan Kemenkes RI untuk membantu terkait penyediaan fasilitas

“Terkait bantuan terhadap rumah sakit, Kemenkes siap membantu Muhammadiyah. Akan  tetapi Kemenkes memrioritaskan daerah pinggir. Jadi kalau Muhammadiyah berinisiatif membangun Rumah Sakit di daerah pinggir, anggarannya berbentuk Dana Alokasi Khusus (DAK)”, ucapnya. (indra) (dzar)

Shared:
Shared:
1