Jiwa Juang Jenderal Soedirman, Menteri Pertahanan: Harus Ditiru!

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 14 April 2016 12:30 WIB
JAKARTA -- Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu mendorong rakyat Indonesia mencontoh jiwa juang Bapak TNI, Jenderal Soedirman. Hal ini agar keutuhan bangsa Indonesia tetap dapat dipertahankan dengan baik. 
 
"Jiwanya luar biasa, ini harus ditiru," ujar Ryamizard dalam acara penandatanganan kesepakatan bersama dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tentang Pembinaan Kesadaran Bela Negara, di Kantor Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (13/4). Mencontoh jiwa juang Jenderal Soedirman, kata dia, merupakan salah satu cara mencintai dan merasa bangga menjadi warga Negara Indonesia. 
 
Jenderal Soedirman yang juga pernah menjadi Guru di Muhammadiyah Cilacap, menurutnya, mampu berperang gerilya walaupun kondisinya sedang sakit. Jenderal Sudirman, yang juga kader Muhammadiyah ini, memimpin perang dengan harapan Indonesia dapat mempertahankan kemerdekaanya. Padahal, Jenderal Sudirman sendiri pun harus diangkut di atas tandu.  
 
Ryamizard menerangkan, rasa bangga dan mencintai Indonesia, menurut mantan Kepala Staf TNI AD ini, akan berdampak pada cara pandang warga Negara Indonesia. Sebab, terang dia, rasa bangga ini juga dapat menimbulkan jiwa kepemimpinan seseorang
 
"Begitu dia bangga, dia cinta kepada bangsa dan negaranya," kata Ryamizard di hadapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah di Aula Bhineka Tunggal Ika. Tak sedikit, ia menuturkan, masih banyak warga Negara Indonesia yang, kini, masih acuh terhadap kondisi negaranya. 
 
Bahkan, Ryamizard pun mengatakan, warga Negara Indonesia banyak yang begitu tak peduli pada Pancasila. Hal ini bisa dikatakan, nilai-nilai Pancasila telah mengalami pelunturan.
 
Karena itu, jiwa juang dan rasa bangga menjadi warga Negara Indonesia, Ryamizard mengatakan, harus sudah mulai ditanam sejak dini. Dengan cara ini juga, anak-anak Indonesia akan lebih percaya diri dalam mengarungi kehidupannya bahkan bersaing dengan global. 
 
"Anak-anaknya harus diberikan pengertian," ucap dia mengingatkan tentang pentingnya mencintai Negara Indonesia. Dalam hal inilah, Ryamizard mengharapkan, Muhammadiyah dapat berperan menanamkan nilai-nilai keindonesiaan itu, seperti jiwa juang Jenderal Soedirman. Dan ini bisa diimplementasikan dalam program Pembinaan Kesadaran Bela Negara. 
 
"Yang paling tepat adalah bela negara," tutur Ryamizard menyebutkan cara menanamkan nilai juang bagi warga Negara Indonesia. (Reporter: Ilma Aghniatunnisa/ Redaktur: Ridlo Abdillah)
Shared:
Shared:
1