Perkuat Sinergitas Pengelolaan Zakat, LAZISMU Selenggarakan Rakornas

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 07 April 2016 20:50 WIB

Sidoarjo - Mengambil tema Repoisi LAZISMU sebagai Amil Zakat Nasional Berkemajuan LAZISMU selenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dilaksanakan pada Kamis hingga Sabtu, (7-9/4) di The Sun Hotel, Sidoarjo.

Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus LAZISMU PP Muhammadiyah dalam sambutannya, Kamis, (7/4) mengatakan tujuan diadakannya Rakornas LAZISMU ini dalam rangka meningkatkan dan mempertajam sinergi pengelolaan zakat serta mempererat silaturahim antar pengelola zakat di Muhammadiyah.

Hilman menambahkan dalam Rakornas ini juga akan membahas materi yang merupakan salah satu perhatian LAZISMU pasca perevisian terhadap UU no. 38 tahun 1999 dan diberlakukannya UU no. 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat.

“Mulai 2016 hingga 2020, kami mengharapkan PDM dan PCM di seluruh Indonesia bisa mengkonsolidasi keberadaan LAZISMU yang tentunya dengan memberi berbagai dukungan secara legal-formal," papar Hilman.

Ia memandang bahwasannya LAZISMU sebagai lembaga pengelola zakat yag mewakili Muhammadiyah perlu melakukan reposisi dengan menentukan dan melakukan berbagai langkah strategis demi penyesuaian dengan regulasi pengelolaan zakat yang berkembang di Indonesia.

Senada dengan Hilman, Hajriyanto Y Tohari, Ketua PP Muhammadiyah, menyatakan bahwa Muhammadiyah telah memiliki putusan tentang zakat yang terorganisir sejak 1950. “Hal ini berbeda dengan amal usaha sekolah ataupun rumah sakit yang telah menjadi kewajiban negara, jadi mendirikan sekolah itu sebenarnya tidak wajib bagi Muhammadiyah karena negara sudah menjaminnya”, katanya.

LAZISMU, tambah Hajri, merupakan lembaga yang bertugas mengumpulkan zakat untuk dakwah. “Jadi dakwah itu bukan cuma tabligh, tapi juga untuk mengangkat harkat dan martabat manusia. Potensi zakat di Indonesia itu mencapai 200 triliun, tapi kok baru 25 triliun yang terealisasi.”, jelas mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.

Ia juga menerangkan bahwa LAZISMU harus mampu menjadi motor dakwah bagi Muhammadiyah. “Muhammadiyah kalau mau mandiri, harus ada LAZISMU, itu sangat penting bagi dakwah Muhammadiyah seperti dengan mengirim da’i-da’i ke daerah terpencil, menolong korban bencana, mendorong pertanian produktif, dan berbagai upaya lainnya.”, ujarnya.

Selain melaksanakan pembukaan Rakornas, panitia juga menyelenggarakan donor darah dalam rangkaian acara ini dengan tajuk “Aksi Bersama untuk Sesama” dan mengutip semboyan “Banyak Ngaji, Banyak Aksi”. Untuk kegiatan donor darah tersebut berlangsung pada pukul 08.00 hingga 12.30 di area Sun City Hotel, Sidoarjo. Kegiatan donor darah ini juga turut didukung oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dan Forum Masyarakat Madani (FMM) Delta Sidoarjo.

Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, sekaligus membuka Rakornas LAZISMU, Didampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Kementerian Agama RI, Tarmizi, Ketua Baznas, Bambang Soedibyo, Mantan Ketua Badan Pengurus LAZIS PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari, Ketua PWM Jawa Timur, Saad Ibrahim, Bupati Kabupaten Sidoarjo, Saifullah, dan sejumlah tokoh lain.(ubay) (dzar)

Shared:
Shared:
1