PWM Jatim – UMM Latih Surveyor Pemetaan Sekolah Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 30 Oktober 2011 06:32 WIB

 

Malang- Sejumlah 104 mahasiswa dari enam Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Se-Jawa Timur mengikuti pelatihan surveyor pemetaan sekolah Muhammadiyah Jawa Timur di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selama dua hari, Jumat-Sabtu (28-29/10) mereka akan dibimbing oleh 12 dosen pendamping dari UMM dan beberapa pemateri dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan UMM.

Selain UMM yang mengirim 33 mahasiswa, lima PTM lain adalah Unversitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) 8 mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) 13 mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ) 12 orang, Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMP) 20 mahasiswa dan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) 10 mahasiswa.

Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur, Dr. Biyanto, M.Ag, mengatakan pelatihan ini merupakan ikhtiar untuk tugas pendampingan kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur. Saat ini terdapat 937 sekolah Muhammadiyah di Jatim yang terdiri dari SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

“Seluruh sekolah akan dikunjungi oleh surveyor  yang terlatih nanti. Arahnya untuk memetakan potensi dan problematika sekolah-sekolah Muhammadiyah  agar dapat dibangun sebuah Muhammadiyah Branded School Program,” kata Biyanto. Maksudnya, sekolah Muhammadiyah harus menjadi sekolah yang unggul, kompetitif, berkarakter, bersinergi  dan bermartabat.  

Pembantu Rektor II UMM, Mursidi, mengakui meski Muhammadiyah dikesankan sebagai organisasi yang memiliki bidang pendidikan yang cukup banyak, tidak semua merupakan sekolah unggul. “Ada sekolah yang sangat bagus, sedang, ada juga yang masih memprihatinkan,” urai Mursidi. Untuk itu diperlukan pemetaan agar ditemukan solusi bersama yang sebaik-baiknya.

Pelatihan ini, kata Mursidi, sangat strategis bagi Muhammadiyah agar brandMuhammadiyah yang dikenal baik dalam mengelola bidang pendidikan bisa dipertahankan. Itulah sebabnya, langkah ini dinilainya sangat tepat.

Bagi mahasiswa peserta pelatihan, Mursidi berharap kegiatan ini bisa dijadikan sebagai ajang pengabdian dan mengenal lebih dekat lagi dengan organisasi Muhammadiyah. Mahasiswa akan lebih menghayati betapa rumitnya mengelola sekolah Muhammadiyah sehingga memiliki empati untuk bisa membantu meningkatkan kualitasnya.

“Kalian semua sudah memperoleh mata kuliah Metodologi Penelitian dan Statistik, sehingga saya harapkan bisa lebih bersungguh-sungguh memotret sekolah Muhammadiyah. Anda juga bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk tugas akhir dan memberi solusi permasalahan yang dihadapi sekolah tersebut,” kata Mursidi.

Mursidi mengungkapkan, saat ini  riset merupakan kebutuhan bagi perusahaan, pemerintah, organisasi serta sekolah baik negeri maupun swasta. Dengan riset yang baik, maka pengembangan atau penanganan masalah bisa lebih akurat. Dia menyontohkan, UMM selalu melakukan survei terhadap calon mahasiswa untuk memperoleh gambaran keinginan mahasiswa terhadap UMM sehingga program yang diterapkan selalu berdasarkan hasil riset itu.

Selama dua hari peserta akan diberi materi-materi penting. ANtara lain, orientasi tentang pendidikan Muhammadiyah, Muhammadiyah Branded School, desain pemetaan sekolah Muhammadiyah, instrument pemetaan sekolah, kinerja pendidikan. Di akhir pelatihan, peserta akan diikutkan dalam praktik survei di sekolah-sekolah Muhammadiyah di Malang sebelum terjun ke seluruh sekolah di Jawa Timur. (www.umm.ac.id)

Shared:
Shared:
1