Selain Materi Rescue,SAR Muhammadiyah Digembleng Mental Spiritual

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 24 Oktober 2011 13:49 WIB

Karanganyar – Menurut sekretaris LPB Jawa Tengah, Kiki Ahmad Harmoko, pengembangan Tim SAR di Jawa Tengah telah cukup lama dirintis, bahkan telah diturunkan pada Erupsi Gunung Merapi 2010 yang lalu, banjir Garut awal Mei 2011 dan krisis Gas Beracun Dieng  akhir Mei 2011. Sebagai kelanjutan pendidikan, LPB jateng juga telah menjadwalkan adanya Diklat lanjutan berupa Diklat Purna dan juga Diklat Instruktur yang direncanakan akan dilaksanakan pada Januari dan April 2012. “Bahkan sudah kami rencanakan adanya 6 angkatan Diklat hingga 2016 nanti,” lanjutnya saat ditemui di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (24/10/2011). 

Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah Jawa Tengah 12 – 16 Oktober 2011 yang lalu menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Search and Rescue (SAR) tingkat Madya di lereng Gunung Lawu, wilayah Kabupaten Karanganyar. Acara yang dibuka di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar tersebut merupakan kelanjutan acara Diklat Dasar yang telah diselenggarakan Juni 2011 yang lalu.

 

Dalam kegiatan yang langsung dikomando Ketua LPB Jateng, Naibul Umam,tersebut disampaikan materi-materi diantaranya Self Rescue, Rope skill and installation, Orienteering and Global Position System, Fist Aid and Mountain RescueExplorer SAR dan Jungle survival. Selain materi tersebut disampaikan juga materi –materi Al Islam seperti Ibadah, Aqidah dan juga mengenal dasar-dasar organisasi Muhammadiyah.

 

Menariknya, peserta Diklat ini diambil dari pencarian bibit dan minat dari siswa SMA di Jawa Tengah. Peserta antusias mengikuti pelatihan yang mendatangkan beberapa instruktur dari beberapa kelompok SAR dan Mapala di Jawa Tengah. Selain itu, di lereng gunung lawu yang suhunya bisa mendekati nol derajat itu setiap tengah malam peserta, instruktur dan panitia juga mengikuti gemblengan mental spiritual dengan shalat tahajud bersama.

 

Shared:
Shared:
1