Pakde Karwo Ajak Muhammadiyah Menggarap Sekolah Vokasi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 29 Januari 2016 23:41 WIB

Surabaya- Gubernur Jawa Timur Soekarwo atau lebih akrab dipanggil Pakde Karwo mengajak Muhammadiyah untuk serius dalam menggarap sekolah vokasi untuk mencetak tenaga terampil yang siap masuk dalam dunia kerja. Bonus demografi Indonesia pada saatnya bisa menjadi potensi besar bagi kesejahteraan, tetapi apabila tidak dikelola dengan benar hanya akan menjadi potensi masalah.

Hal tersebut disampaikan Pakde Karwo dalam Sarasehan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Auditorium lantai 6, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, Jum'at (29/1). "Angka bonus demografi bisa sampai puluhan juta pada 10 tahun mendatang, sehingga perlu persiapan khusus untuk mengantisipasi besarnya potensi bonus demografi tersebut," ungkapnya. Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengatakan, keterampilan dalam pembelajaran sekolah penting dan memerlukan kecerdasan para guru dalam mengajak para muridnya untuk bisa proaktif. "Selama ini para murid sejak kecil selalu diajak untuk menghafal tanpa diberi pemahaman bagaimana cara mendapatkan jawaban secara individu. Sehingga banyak pembelajaran agama yg secara nilai menginternalisasi dalam diri dan hanya menjadi pelengkap nilai, tegasnya.

Dalam Sarasehan yang mengambil tema "Peran Kelembagaan Dalam Mempersiapkan Generasi Emas" Ketua PP 'Aisyiyah, Siti Aisyah menyampaikan menyambut gembira ajakan Pakde Karwo untuk bersinergi meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan vokasi. "Aisyiyah mempunyai fokus pendidikan dari Paud sampai Perguruan Tinggi, dan diantaranya ada SMK Aisyiyah," jelasnya. Peran lingkungan dalam mencetak generasi emas  menurut Aisyah, perlu dukungan semua stakeholder pendidikan termasuk keluarga agar mendorong terciptanya generasi emas.

Sarasehan Majelis tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, merupakan pembukaan dari rangkaian acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas)Majelis Tarjih dan Tajdid yang akan dibuka pada esok 30 Januari 2016. Acara Rakernas salah satunya juga akan membahas Fikih Perlindungan Anak, yang akan masuk dalam Materi Seminar Nasional 2 dalam rangkaian acara Rakernas. (mac)

Shared:
Shared:
1