Wapres: Pemerintah Ingin Belajar Banyak dari Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 18 Oktober 2011 15:45 WIB

 

Yogyakarta- Wakil Presiden RI Boediono mengapresiasi Muhammadiyah yang banyak berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat. Pemerintah, diakuinya, seharusnya bisa banyak belajar dan bekerja sama dengan Muhammadiyah dalam program-program kerakyatan.

Hal tersebut disampaikan RI 2 dalam kunjungannya ke lokasi integrated farming (pertanian terpadu) di Desa Piyungan Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang (17/10).

“Pemerintah ingin belajar banyak dari Muhammadiyah terutama tentang bagaimana memberdayakan masyarakat kita. Kunjungan ini adalah langkah pemerintah  untuk melihat apa yang sedang dilakukan Muhammadiyah. Syukur nanti ada langkah-langkah untuk saling melengkapi satu sama lain,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres  beserta  istri  dan rombongan meninjau model pertanian terpadu kelompok Tani  Surya Gemilang yang merupakan mitra binaan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah. Selain melihat penanaman padi, peternakan lele dan domba Marino, Wapres juga diperlihatkan beberapa inovasi unggulan seperti burger pakan ternak, burger pakan ikan dan pupuk kocor.

Sistem pertanian terpadu binaan MPM ini, seperti dijelakan Sekretaris MPM Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan memadukan antara pertanian, peternakan dan perikanan dalam setiap aktivitas produksinya. “Sistem pertanian terpadu ini telah terbukti mengurangi beban ongkos produksi hingga 70%, yang tentu saja secara otomatis akan meningkatkan pendapatan petani,”jelasnya.

Di tempat yang sama, Gubenur Jawa Tengah Bibit Waluyo menyatakan saat ini tidak ada krisis pangan di propinsi yang dipimpinnya. “Di Jawa Tengah ini tidak mengenal yang namanya krisis pangan. Yang ada hanya sejahtera,” tegasnya.

Ia mengungkapkan ketahanan pangan di Jawa Tengah saat ini sangat baik. Dijelaskan Bibit, stok beras terutama raskin, mencukupi sampai akhir Desember.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan keresahannya terhadap masih maraknya impor. Sementara bangsa kita sesungguhnya punya potensi yang sangat besar untuk bisa mandiri. “Kami masih sedikit agak resah Pak Wapres, bahwa disana-sini kita masih impor,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini Muhammadiyah terus berusaha melakukan kerja-kerja kemasyarakatan yang dipersembahkan untuk kemajuan bangsa ini. “Apabila kita gerakkan semua potensi yang kita miliki, Insya Allah kita bisa mandiri dalam banyak hal,” kata Haedar.

Shared:
Shared:
1