Ciptakan Toleransi, Muhammadiyah Tak Kerahkan Pengamanan Natal

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 25 Desember 2015 00:46 WIB

Denpasar - Pengamanan Natal oleh masyarakat, di satu sisi, mencerminkan adanya toleransi. Tetapi, pada sisi yang lain, menimbulkan kesan bahwa suasana Indonesia tidak aman sehingga aparatur keamanan membutuhkan bantuan masyarakat. Hal itu disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dalam Pembukaan Musyawarah Wilayah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bali, Kamis (24/12).

Mu’ti menambahkan Selain itu dapat menyuburkan kebangkitan kelompok para-militer dan premanisme. Karena itu Muhammadiyah mendorong kehidupan toleransi yang lebih otentik dengan membangun sikap terbuka, saling menghormati dan bekerjasama dengan pemeluk agama lain dalam bentuk yang konstruktif dan produktif.

Selama ini Muhammadiyah menurut Mu’ti sudah banyak bekerja sama dengan lintas iman, termasuk dengan umat Kristiani dalam berbagai bidang  kemanusiaan, seperti  penanggulangan bencana, kesehatan, pendididkan, pelestatian lingkungan, hak asasi  manusia dan antikorupsi.

"Dengan tidak melakukan pengamanan Natal tidak berarti Muhammadiyah tidak toleran. Muhammadiyah bahkan telah membangun toleransi dalam langkah nyata," tegas Mu'ti.

Muhammadiyah dengan seluruh organnya, khususnya Komando Kesiap-siagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) dan Bela diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah tidak akan melakukan pengamanan Natal. Muhammadiyah menyerahkan sepenuhnya masalah keamanan nasional, termasuk pengamanan Natal kepada aparatur keamanan baik kepolisian maupun satpol PP.“Nanti Kokam dan Tapak Suci lebih baik tidur di rumah”, ujarnya.

Pemerintah, dalam hal ini aparatur keamanan, diminta melakukan pengamanan Natal secara wajar dan tidak berlebihan. Ini karena dapat menimbulkan suasana psikologis dan politis bahwa negara tidak aman. "Jika perlu Pemerintah membatasi pengamanan Natal oleh Ormas karena dapat kontraproduktif yaitu premanisme."Tutupnya.

Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bali menyelenggarakan Musyawarah Wilayah ke XI tahun 2015. Pada Musywil ini, akan memaparkan hasil program kerja periode sebelumnya, dan menyusun program kerja periode selanjutnya serta memilih pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang baru. Diikuti 120 peserta Muhammadiyah dan 110 peserta Muswil Aisyiyah. Muswil digelar di Hotel Quest Denpasar. (dzar)

Shared:
Shared:
1