Peran Muhammadiyah Dalam Konstelasi Politik Kontemporer

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 07 Desember 2015 16:20 WIB

Semarang - Menyambut Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah / Aisyiyah Jawa Tengah ke-47 yang akan diselenggarakan di Kudus pada tanggal 18-20 Desember 2015, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengawali dengan mengundang Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Abdul Mu’ti, M. Ed. dalam kegiatan Seminar Pra Musywil dengan tema “ Peran Muhammadiyah dalam Konstelasi Politik Kontemporer”.

Seminar dibuka oleh Rektor Unimus Prof. Dr. Masrukhi, M. Pd. didampingi oleh jajaran pimpinan Unimus dan dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng Drs. Musman Tholib, M.Ag., Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di wilayah Jawa Tengah, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Kota Semarang, dan perwakilan mahasiswa.

Mu’ti melalui paparannya menyampaikan Muhammadiyah tidak pernah menggunakan politik praktis tetapi menjalankan politik sebagai individu dalam organisasi yang diikuti. “Democracy could be used, misused or abused”, sehingga Muhammadiyah bersikap netral dengan semua partai dalam mengambil peran dalam peta politik. Sikap netral disampaikan dapat berarti netral pasif, dengan menjaga jarak terhadap partai-partai politik atau netral aktif dengan membangun relasi yang mutualistic. Cara gerak politik Muhammadiyah harus berubah agar Muhammadiyah dapat lebih maju dengan mengambil tiga peran dalam politik kebangsaan: berperan sebagai “opinion maker, political lobbyatau political pressure”. (dzar)

Shared:
Shared:
1