Indonesia Berkemajuan Role Model Islam yang Toleran dan Moderat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 25 November 2015 18:16 WIB

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menerima Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, di Kantor Wakil Presiden, Selasa (24/11/2015). Dalam kesempatan tersebut, Haedar Nashir selain melaporkan hasil Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang diselenggarakan di Makassar pada bulan Agustus 2015 lalu, juga menyampaikan agenda strategis Muhammadiyah yang dalam konteks dakwah menegaskan sebagai gerakan Islam yang berkemajuan dengan mengembangkan toleransi, jalan tengah dan juga anti kekerasan, anti radikalisme.

Lebih lanjut Nashir menyatakan bahwa ketika umat Islam yang mayoritas di negeri ini mampu menampilkan Islam yang moderat, maka Insya Allah Islam Indonesia dan Indonesia sendiri menjadi rujukan dunia, menjadi role model untuk dunia Islam bahwa inilah negeri muslim terbesar yang demoktaris, dan memberi jalan kemajuan untuk dunia Islam dan lingkup global Nashir juga menyampaikan proses akselerasi gerakan Muhammadiyah yang meningkatkan daya saing umat dan rakyat ditengah ketertinggalan.

”Kita masih lemah ekonomi dan berbagai aspek penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka kita harus memacu daya saing umat,” ungkapnya.

Terkait dengan harapan Islam Indonesia untuk menjadi rujukan dunia, menjadi role model untuk dunia islam, Wapres menyatakan bahwa Indonesia mempunyai beban berat sebenarnya, namun beban yang baik. Salah satu beban yang baik ialah diantara semua negara Islam, banyak yang ingin mencontoh Indonesia sebagai negara Islam yang toleran.

“Memang, ini yang harus kita pertahankan,” tegas Wapres.

Lebih lanjut Wapres menyatakan bahwa dilain pihak, yang harus dipertahankan yaitu negara dan juga pemahaman serta dan kemampuan kita. Kalau melihat negara-negara Islam di dunia, sungguh sedih melihat keadaan ini pada saat kita memperingati hijriah, bagaimana Rosullullah hijrah ke Madinah, tapi yang kita lihat orang Islam hijrah dari Irak, Syria ke Eropa dengan segala pengorbananya. Jaman Rosullulah mungkin hanya 500-an, ini jutaan.

”Semua negara Islam, yang stabil cuma satu negara, ngga ada ditempat lain,” imbuhnya.

Berbicara tentang peningkatan daya saing umat dan rakyat, Wapres sangat mendukung program tersebut karena Indonesia mempunyai potensi yang besar dengan sumber daya alamnya sangat kaya, maka harus di tingkatkan daya saing umat, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang prima, bangsa yang unggul dan bangsa yang berkemajuan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran pimpinan PP Muhammadiyah diantaranya Jajaran Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, Yunahar Ilyas, Anwar Abbas, Dahlan Rais, dan Agus Taufiqurrahman, Sekretaris Umum Abdul Mu'ti, Sekretaris Agung Danarto, Bendarahara Umum Suyatno, Bendahara Marpuji Ali, serta Ketua Umum PP'Aisyiyah, Siti Noordjanah Djohantini beserta jajaran PP 'Aisyiyah. (dzar)

Shared:
Shared:
1