Soal ISIS, Duta Besar Amerika Minta Saran Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 08 Oktober 2015 22:54 WIB

Jakarta -Terkait dengan adanya gerakan radikal Internasional dengan nama  Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mengancam globalisasi dan demokrasi,  Duta Besar Amerika  Serikat  untuk Indonesia Robert O Blake berkunjung ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta pada Kamis,  8 Oktober 2015.

Deretan tamu kunjungan yang ketiga ke PP Muhammadiya dari Duta Besar Amerika Serikat disambut  Dr. Haedar Nashir, M.Si., Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Prof. Dr. Suyatno, M.Pd dan Ketua Lembaga Hubungan Internasional PP Muhammadiyah KH. Muhyidin Djunedi, MA.

Dalam perbincangannya, Robert O Blake, mengatakan, persoalan radikalisme yang dilakukan ISIS telah mengancam kemanusiaan dan perdamaian dunia. Apalagi aksi-aksi yang dilakukan oleh ISIS selama ini telah mencoreng citra agama Islam yang selama ini sangat toleran sekali. Maka dari itu, dengan berkunjung di PP Muhammadiyah, Robert O Blake, ingin berdialog dan sekaligus meminta pendapat kepada Muhamamdiyah terkait dengan isu radikalisme yang berlangsung selama ini.

Robert O Blake, menyakini, Muhammadiyah mampu memberikan kontribusi dalam masalah radikalisasi, apalagi Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbersar di Indonesia dan disegani sekiranya memiliki pengaruh besar dalam mempengaruh kelompok-kelompok radikal tersebut.

Selain masalah radikalisme, Robert O Blake, juga menyingung terhadap gerakan pembrantasan korupsi di Indonesia. Dia sangat mendukung gerakan dan komitmennya terhadap Muhammadiyah yang konsen dalam pembrantasan korupsi dan penegakkan supermasi hukum. “Maka dari itu kontribusi Muhamamdiyah sangat besar dalam mengawasi berlangsungnya pemberantasan korupsi di Indosesia,”terangnya.

Sementara Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, mengatalan, dia tidak setuju adanya gerakan radikalisme seperti ISIS,  dikarena gerakan tersebut sangat tidak populer dalam kemajuan Islam. Bahkan radikalisme akan mengarahkan nilai rahmatan alamin ke jalan yang mundur. Maka dari itu untuk menangkal adanya gerakan radikal, Muhammadiyah selama ini terus membangun dialog dan memberikan pemahaman tentang aktualisasi agama. Melalui melindungi generasi muda denga pendidikan dan kajian-kajian agama yang lebih memiliki kontribusi terhadap kemajuan ummat.

Kemudian pembrantasan korupsi, Haedar, menegaskan bahwa, Muhammadiyah akan selalu mendukung peran dan fungsi Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), sebab lembaga inilah yang berperan vital dalam penegakkan pemberantasan korupsi. Terkait dengan pemberantasan korupsi,Muhammadiyah memandang perlunya pencegahan. “Untuk pencegahan itulah Muhammadiyah yang memiliki lembaga pendidikan selalu memberikan pengajaran pentingnya gerakan anti korupsi. Karena korupsi selama in korupsi memiliki multi efek terhadap segala aspek kehidupan,”terang Haedar. #MC

Shared:
Shared:
1