Wakil Bupati TTS Apresiasi Pendataan Pendidikan Oleh Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 29 September 2015 13:11 WIB

 Timor Tengah Selatan- Wakil Bupati Timor Tengah Selatan Obed Naitboho memberikan apresiasinya pada Muhammadiyah atas pendataan pendidikan program waib belajar pendidikan dasar sembilan tahun di tiga kecamatan untuk Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) . Obed mengungkapkan, pemerintah Kabupaten TTS tidak dapat sendiri dalam membangun pendidikan, perlu ada kerjasama dengan berbagai pihak terkait termasuk Muhammadiyah agar dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Obed Naitboho dalam Seminar Hasil Pendataan dan Pemetaan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun di Soe, Timor Tengah Selatan, NTT, Selasa (29/9). Muhammadiyah melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melaksanakan program Pendataan dan Pemetaan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun di tiga Kabuaten, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam program tersebut MPM PP Muhammadiyah menerjunkan secara langsung puluhan fasilitator untuk melakukan pendataan di dua belas kecamatan yang tersebar di empat Kabupaten. Dalam seminar yang juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten, serta stakeholder pendidikan di wilayah Kabupaten Timur Tengah Selatan tim MPM memaparkan hasil pendataan yang telah dilakukan secara intensif selama dua bulan. Muhammad Zen dari Tim MPM mengungkapkan, data penyebab terbesar angka putus sekolah adalah faktor ekonomi keluarga, yang menyebabkan orang tua tidak mampu menyekolahkan anak. Hal lain yang cukup signifikan adalah kondisi wilayah dan jarak antara pemukiman penduduk dan sekolah yang cukup jauh menyebabkan keengganan anak untuk menempuh pendidikan yang lebih lanjut.

Sementara itu menurut Ketua MPM PP Muhammadiyah Nurul Yamin, program kerjasama tersebut sebagai upaya MPM untuk memberikan kontribusi nyata untuk mewujudkan keberdayaan masyarakat dalam bidang pendidikan. “Masa depan Indonesia jelas ada ditangan generasi muda Indonesia, sehingga kendala dalam pendidikan pada generasi tersebut adalah ancaman serius terhadap masa depan bangsa,” tegasnya. Diharapkan Nurul Yamin, dengan adanya data yang tersedia, dapat menjadi perhatian pihak terkait termasuk Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan dan Menengah untuk dapat ditindaklanjuti agar angka putus sekolah dapat berkurang. (mac)

Shared:
Shared:
1