Penyatuan Kalender Hijriyah Global Bukan Hal Mudah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 06 September 2015 16:54 WIB

Yogyakarta – Persoalan penyatuan kalender hijriyah tidak mungkin kita bisa menyatukan kalender hijriyah secara nasional maupun global kalau masih berangkat dengan menggunakan rukyat, harus menggunakan hisab. Kalo hisab sudah disepakati, kita bisa berdiskusi tentang kriterianya. Kalo sudah disepakati soal kriterianya, kita sudah bisa buat kalender, dan tidak ada lagi sidang-sidang isbat. Hal tersebut disampaikan Yunahar Ilyas, Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tarjih dan Tabligh, saat membuka Halaqah Tarjih PP Muhammadiyah tentang sosialisasi dan pemahaman Hisab-Rukyat  serta Kalender Hijriyah Global di Aula PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jalan Cik Ditiro 23 Yogyakarta, Sabtu (5/9).

Halaqah tarjih ini digelar karena persoalan yang terjadi akhir-akhir ini tentang penentuan 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan 10 Dzulhijjah. Muhammadiyah selalu menjadi berita dimana-mana, dikarenakan sering sekali berbeda dengan penentuan sidang Isbat Pemerintah. Menurut Yunahar, di Majelis Tarjih banyak ahli-ahli dibidang tafsir al quran, tafsir hadist, dan ahli falak. Maka dari itu, pria kelahiran bukittinggi ini meminta majelis tarjih terus melakukan riset dan diskusi, untuk terus bisa memberikan pencerahan bagi bangsa ini.

Halaqah Tarjih mengundang seluruh utusan dari PWM Se Indonesia, perwakilan PCIM seluruh dunia, para ahli falak, pakar astronomi, dsb. Harapannya agar halaqah ini dapat memberikan kontribusi yang baik bagi persyarikatan dan bangsa terkait penyatuan kalender hijriyah. (dzar)

 

Shared:
Shared:
1