UHAMKA Tuan Rumah Kongres HISPISI XIII

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 08 Oktober 2011 10:18 WIB

 

Jakarta- Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc., membuka secara resmi Kongres Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial (HISPISI) XIII di Kampus Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), Pasar Rebo, pada 7 Oktober 2011.
Dalam sambutannya, Djoko Santoso menegaskan saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi berbagai macam persoalan sosial kemasyarakatan. Salah satunya adalah pudarnya karakter bangsa dalam kehidupan masyarakat. Persoalan sosial kemasyarakatan inilah yang menjadi tantangan bagi para sarjana pendidikan ilmu-ilmu sosial.
 
Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional itu berharap, Kongres HISPISI XIII yang digelar di Jakarta dapat memberikan solusi penyelesaian penanganan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Tantangan para sarjana ilmu sosial sangat berat yakni ikut serta dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat,” ujar Djoko.
Djoko Santoso yakin bahw para sarjana pendidikan ilmu-ilmu sosial dapat berkontribusi membangun karakter bangsa lewat jalur pendidikan. Pendidikan karakter sangat penting bagi bangsa Indonesia. Karena dalam pendidikan karakter ini akan dibicarakan nilai-nilai yang baik yang nantinya akan berdampak baik terhadap lingkungan.  Selain itu pendidikan karakter secara koheren memancar dari hasil olah piker, olah hati, olah raga, olah rasa dan karsa.
“Pendidikan karakter adalah bagian dari ilmu-ilmu sosial. Dan ilmu sosial itu sangat penting dan luhur, karena dapat membentuk karakter. Pendidikan karakter harus ditanamkan pada anak didik karena akan berdampak positif dalam kehidupan bermasyarakat,”kata Djoko Santoso
Sementara itu Rektor UHAMKA, Prof. Dr. H. Suyatno, M,Pd sangat menyambut baik terselenggaranya Kongres HISPISI ke-XIII yang pembukaannya berlangsung di Gedung Utama Kampus UHAMKA Pasar Rebo, Jakarta Timur.
 
Prof. Suyatno berharap Kongres ke-XIII HISPISI dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat. Selain itu dapat pula menciptakan formula baru dalam menarik minat masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa untuk lebih tertarik pada bidang ilmu sosial, seperti sejarah dan sebagainya.
 
Ditambahkan Prof. Suyatno, momentum Kongres HISPISI ini dapat menjadi refleksi arah transformasi pendidikan ilmu sosial di Indonesia, merefleksikan pelaksanaan pendidikan dala upaya  memperkuat jatidiri dan karakter bangsa serta dapat memperkokoh dan mempertajam posisi pendidikan ilmu sosial.
Kongres HISPISI ke-XIII ini dirangkai dengan Seminar Nasional  dengan 6 narasumber, yakni, Prof. Daoed Joesoef, Ph.D, Prof. Dr. Yunan Yusuf, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd, Hamid Muhammad, M. Sc, Ph.D, Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasi, MA dan Prof. Zamroni, M.Sc, Ph.D.
Sebelum dilangsungkan kongres dan seminar digelar perlombaan Cerdas Cermat dan Pidato bagi murid-murid SMA, SMK dan MA. Kedua lomba itu diikuti oleh 24 Sekolah SMA/SMK/MA seluruh Jakarta. (www.uhamka.ac.id)

 

Shared:
Shared:
1