Direktur Baru RS PKU Muhammadiyah Solo Dilantik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 03 Oktober 2011 17:42 WIB

Solo – Dr. Mardiatmo, Sp.Rad dilantik sebagai Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta KH Drs. Anwar Sholeh di Aula RS PKU Muhammadiyah Solo, Sabtu (1/10/2011). Tampak hadir dalam acara pelantikan tersebut, anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah Marpuji Ali, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo dr. Siti Wahyuningsih,M.Kes, sejumlah tokoh masyarakat, pengusaha, tokoh medis dan direktur rumah sakit di kota Solo, serta jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Solo.

Dr. Mardiatmo, Sp. Rad menggantikan dr. Rosnedy Ariswati, M.Kes yang mengundurkan diri setelah memimpin RS PKU Muhammadiyah Surakarta selama 11 tahun. Dr. Mardiatmo, sebelumnya adalah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah yang telah pensiun pada bulan September 2011. Pada kesempatan itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Solo KH. Drs. Anwar Sholeh,M.Hum mengaku bahwa Muhammadiyah Solo telah mewacanakan dr. Mardiatmo untuk dijadikan Direktur RS PKU Muhammadiyah Solo sejak lepas dari Direktur RS Dr.Moewardi Solo sekitar dua tahun lalu.

 “Tapi karena Pak Mardiatmo diangkat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya setelah menjelang pensiun, kami sowan lagi. Ternyata berkenan,”ungkap Anwar Sholeh. Sementara itu, dr. Mardiatmo dalam sambutannya mengatakan bahwa Rumah sakit di Indonesia telah banyak terjebak pada sisi hotel. Sehingga hanya mampu membangun rumah sakit yang mewah, dan tidak membangun rumah sakit yang memiliki standar yang betul. “Pada dasarnya rumah sakit memiliki dua sisi,yakni sisi hotel dan sisi medic. Dan di Indonesia yang banyak dikembangkan adalah sisi hotelnya,”  ujarnya.

Oleh karena itu, kata dr. Mardiatmo, rumah sakit di Indonesia perlu dikembangkan sebagai rumah sakit  world class hospital atau rumah sakit yang berstandar dunia.Rumah sakit berstandar dunia harus memenuhi persyaratan lima P. Lima P tersebut mencakup personilnya, peralatan, prosedur, pelayanan dan performen,” jelasnya.

Upaya sebut, menurut dr.Mardiatmo, sebagai antisipasi terhadap pasien yang banyak berobat ke luar negeri, sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan pasien untuk berobat di dalam negeri. “Pasien harus percaya pada rumah sakit. Dan rumah sakit harus juga percaya kepada pasien. Sehingga secara bertahap rumah sakit akan merebut kepercayaan dari pengguna jasa,” tandas Direktur RS PKU Muhammadiyah Solo.(Eko Prasetyo)

Shared:
Shared:
1