Din Syamsuddin: Perlu Komunikasi dan Silaturahmi Intelektual Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 10 Juli 2015 14:56 WIB

Jakarta -Selama ini banyak intelektual yang secara kultural berlatar belakang Muhammadiyah.  Karena mereka berada di luar struktur Muhammadiyah, maka pemikiran dan gagasan mereka kurang tertampung dalam langkah-langkah organisasi ini. Karena itu, perlu ada upaya menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan mereka guna mendengarkan saran dan masukan mereka terhadap Muhammadiyah. Demikian prolog yang di sampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin dalam acara silaturahmi intelektual Muhammadiyah di Grand Sahid Jaya Jakarta, Ahad (05/07).

Dalam prolognya tersebut, Din juga mengapresiasi tokoh-tokoh intelektual dengan social-origin Muhammadiyah yang telah banyak berkiprah dalam membangun bangsatelah hadir memberikan sumbangsih pemikiranantara lainProf. Dr. R. Siti Zuhro, Dr. Andrinof Chaniago, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, Prof. Dr. Sri Edi Swasono, Dr. Irman Gusman, Prof. Dr. Siti Nurbaya. Dr. Zulkifli Hasan, Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar, Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Prof. Dr. Akhmaloka dan masih banyak lagilainnya.

Menurut Din Syamsudin,  acara inibertujuanmembangun silaturahmi dan komunikasi intelektual Muhammadiyah non-struktural serta menjaring pemikiran-pemikiran dari para intelektual non-struktural Muhammadiyah untuk menyongsong Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar; dan Sebagai syiar Muktamar Muhammadiyah.

Muktamar Muhammadiyah ke-47 ini mengangkat tema “Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan”. Menurut Din Syamsudin pencerahan yang diusung oleh Muhammadiyah sejatinya telah dimulai sejak Kyai Haji Ahmad Dahlan.

“Gerakan pencerahan (tanwir) merupakan praksis Islam yang berkemajuan untuk membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan. Kata “berkemajuan” menyiratkan adanya keberlangsungan, dan bahkan progress, sebagai perwujudan dari usaha yang terus-menerus untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang bermakna. Makna “berkemajuan” saat ini juga sering didekatkan dengan kosmopolitanisme, yakni sebagai citizens of the world kita mesti reseptif dan terbuka terhadap keragaman dan terus berusaha menjalin dialog dan kerjasama dengan sesame,” tambahnya.

Din Syamsudin mengungkapkan pentingnya silaturahmi dan komunikasi antara intelektual yang berada di struktur dan di luar struktur.“Dalam kaitannya dengan inilah maka kerjasama antara intelektual Muhammadiyah yang berada dalam struktur dan intelektual Muhammadiyah yang berada di luar struktur (cultural) diperlukan untuk membangun silaturahmi dan komunikasi serta menjaring pemikiran-pemikiran dari para intelektual Muhammadiyah dalam rangka menyongsong  Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makasar,”tandasnya.

Di akhir prolognya tersebutDin mengucapkan terimakasih kepada tim kecil, intelektual muda Muhammadiyah yang menyiapkan legiatan ini antara lain: Ahmad Najib Burhani, Ph.D., Alpha Amirrachman, Ph.D., Andar Nubowo, DEA., Azaki Khoirudin, dan Ahmad Fuad Fanani. Sehingga acara Silaturahim Intelektual dapat terselenggara dengan baik. (arif s) (dzar)

Shared:
Shared:
1