Ramadhan di Lhoksumawe, Aksi Bersama Lazismu dan Pengungsi Rohingya

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 07 Juli 2015 16:41 WIB

Lhoksumawe - Ramadhan di tempat tinggal sementara bagi pengungsi Rohingya yang sudah dua bulan lebih di Lhoksumawe, Aceh, banyak diisi oleh kegiatan lembaga kemanusiaa, salah satunya oleh Lazismu. Kegiatan yang berlangsung di bagi menjadi tiga kelompok umur, usia 7 – 11 tahun, 12 – 15 tahun dan 16 – 18 tahun.

Menurut H. Eko Purwanto, Direktur Program Development LAZISMU, yang selama ramadhan berada di lokasi pengungsian BLK Blang Odei (21/6/2015) para pengungsi yang terdiri dari tiga kelompok usia dipisahkan dalam dua kelas, kelas A dan B. “Masing-masing kelompok usia mendapatkan materi ajar berupa baca tulis al-qur’an, menggambar, mewarnai, latihan berbahasa Indonesia dan Inggris serta kegiatan outdoor berupa permainan sekaligus pendampingan dari para relawan,” katanya.

Eko Purwanto, melaporkan, sejak 16 Juni, pengungsi Rohingya telah dipindahkan oleh pemda Aceh Utara dari tempat pelelangan ikan menuju ke BLK Blang Odei,. “Kondisi tempat tinggal saat ini lebih baik dibandingkan dengan kondisi dipelelangan ikan,” jelasnya.

Hanya saja, di lokasi baru di BLK lebih rapi dan tidak berbaur dengan masyarakat umum, tidak sembarang orang boleh keluar masuk lokasi penampungan tersebut, paparnya. “Yang bias masuk hanya bagi yang memiliki ID Card resmi dari pemerintah, mereka diijinkan keluar masuk penampungan tersebut,” tambahnya.

Untuk ketersediaan logistik, menurut Indra salah satu relawan yang ikut bersama Lazismu, lebih dari cukup. “Sandang, pangan, untuk orang dewasa dan anak-anak tersedia,” katanya. Situasi logistik masih terpantau baik di gudang pemerintah dan gudang Muhammadiyah, bahkan telah diminta dihentikan IOM bantuan dalam bentuk makanan, dikarenakan akan menimbulkan kondisi kaduluwarsa, katanya.

Sementara itu, kondisi kesehatan pengungsi masih dipantau oleh tim Lazismu, di mana Klinik Kesehatan difasilitasi oleh IOM. Kendati demikian, berdasarkan pantauan Lazismu di lokasi, kondisi kejiwaan pengungsi masih labil, faktor kelelahan secara psikis dan trauma masih terlihat dari prilaku tiap individu.

Dari hasil pengamatan dan wawancara melalui penerjemah banyak disampaikan tentang cerita kekerasan yang pernah dialami di negara mereka, pengalaman dalam pelarian dilautan yang penuh kekerasan dan cara bertahan hidup yang ekstrim.

Selama ramadhan, para pengungsi Rohingya mendapat kebahagiaan dari program Lazismu. Diantaranya fasilitas dapur Sehat Ramadhan, di mana kecukupan gizi para pengungsi selama ramadhan diperhatikan untuk menjaga kesehatan dan kebigaran saat menjalankan puasa. Di samping itu, para pengungsi juga mendapat bingkisan Kado Ramadhan dari donatur (muzaki) Lazismu. Di lokasi itu juga, Lazismu mendirikan Kampung Ramadhan, yang bertujuan mendampingi dan memfasilitasi kegiatan pengungsi selama ramadhan. (n-a) (dzar)

Shared:
Shared:
1