13 PCIM Luar Negeri Siap Hadiri Muktamar

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 07 Juli 2015 16:33 WIB

Dortmund –Muhammadiyah tidak hanya berkembang di tanah air saja. Secara resmi Muhammadiyah telah memiliki 15 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Luar Negeri (PCIM LN) yang telah di-SK-kan oleh PP Muhammadiyah sejak 2002. Ke-15 PCIM LN tersebut ada di Mesir, Iran, Sudan, Belanda, Jerman, Inggris, Libya, Kuala Lumpur, Perancis, Amerika Serikat, Jepang, Rusia, Turki, Taiwan, dan Australia. Pada muktamar di Makassar nanti, PCIM LN mendapatkan undangan resmi sebagai peserta. Masing-masing PCIM LN berhak mengutus satu orang perwakilan.

Menurut Ridho Al-Hamdi, ketua PCIM Jerman Raya, dari koordinasi antar-PCIM, ada 13 PCIM LN yang siap hadir untuk menyemarakkan muktamar, minus Sudan dan Libya. “Kedua PCIM ini tidak terjangkau oleh kami dan PP Muhammadiyah, karena kami punya group media sosial di Whatsapp (WA) dan sampai detik ini kita belum terhubung dengan mereka,” terang Ridho yang juga menjadi admin group WA PCIM LN kepada muhammadiyah.or.id.

Selain menghadiri muktamar, PCIM LN akan mengikuti sebuah agenda bernama Muhammadiyah International Meeting (MIM) yang digagas oleh Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah. Acara ini berlangsung pada tanggal 2 Agustus 2015 di Makassar juga, bertepatan dengan sidang Tanwir. “Di saat anggota muktamar bermusyawarah, PCIM LN juga punya musyawarah sendiri bersama para ilmuwan Muslim internasional lain,” lanjut Ridho. Dalam MIM ini, semua PCIM LN diminta memberikan progress report baik secara tertulis maupun lisan kepada forum.

Mengenai siapa calon ketua umum PP Muhammadiyah ke depan, PCIM LN berharap bahwa bahwa kader yang terpilih nanti harus memiliki komitmen yang kuat terhadap persyarikatan terutama memiliki visi untuk menggerakkan dakwah Muhammadiyah di kancah internasional, sehingga gerakannya berpengaruh hingga daratan Eropa, Amerika, Timur Tengah, Australia, termasuk di Asia-Pasifik sendiri. Menurut Ridho yang juga sedang konsen dengan isu-isu Islam dan politik, visi Islam damai yang telah diperjuangkan oleh Muhammadiyah harus tampil mendunia di tengah Islam global yang semakin anarkis. “Ekstremisme Islam muncul bukan karena mereka hebat, tetapi karena diamnya kelompok Islam moderat. Karena itu, kita harus ambil peran penting,” tegas Ridho.

Lebih lanjut lagi Ridho berharap meskipun PCIM LN tidak memiliki hak suara, kami berharap ketum dan jajaran PP Muhammadiyah kedepan harus memiliki visi internasionalisasi dakwah Islam. (dzar)

Shared:
Shared:
1