Din: Semangat Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Munkar, Ciri Islam Berkemajuan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 19 Juni 2015 22:31 WIB

Yogyakarta-Majelis Pendidikan Kader(MPK) kembali melaksanakan Pengajian Ramadhan 1436 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jumat-Ahad, 19-22 Juni 2015 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari ortom, pimpinan wilayah dan sebagian pimpinan daerah Muhammadiyah ini dibuka langsung oleh Ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di lantai 5 gedung AR fachruddin B, Jumat (19/6).

Mengawali sambutannya, Din Syamsuddin menyatakan bahwa pengajian Ramadhan ini merupakan pengajian bonus karena sebelumnya Muktamar yang dijadwalkan pada bulan Juni 2015 diundur menjadi Agustus. Selain itu Din mengatakan bahwa pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah merupakan yang terakhir bagi Din Syamsuddin berbicara sebagai ketua umum.

“Pengajian Ramadhan ini merupakan ajang silaturahim bagi warga Muhammadiyah, bahkan hampir mirip seperti peserta muktamar karena dihadiri oleh perwakilan dari PWM se-Indonesia,” ujar sosok yang juga menjabat sebagi ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Kegiatan pengajian ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan pra-Muktamar. Dengan tema ‘Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia berkemajuan Tinjauan Mulitprespektif’, kegiatan ini akan mengkaji tema tersebut dari berbagai perspektif.

“Menjelaskan konsep Islam berkemajuan bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu saat ini media belum ramai membicarakannya, bahkan kaum muda Muhammadiyah juga tidak terlalu banyak mengangkat tulisan dengan tema tersebut,” katanya.

“Ternyata Ahmad Dahlan telah mencetuskan konsep kemajuan dalam kajiannya. Di mana kemajuan yang dimaksudkan adalah Islam yang mampu beradaptasi, mengakomodasi serta menyesuaikan diri secara tegas dengan dinamika zaman,” lanjut dia.

Dakwah pencerahan Muhammadiyah dalam visi kebangsaan yang menyertakan Indonesia berkemajuan adalah terwujudnya Indonesia maju, adil, makmur dan berdaulat. Hal ini akan membawa Muhammadiyah menetukan sikapnya terhadap negara.

Menurut Din, dalam beberapa tahun terakhir ini, Muhammadiyah melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) mulai mengusung kaum dhuafa dan kaum mustadh’afin sebagai sasaran dakwah, hal ini merupakan bagian dari membaca Al-Ma’un.

Menutup sambutan sekaligus keynote speech, Din mengungkapkan agar Muhammadiyah tetap melangsungkan perintah yang tercantum dalam QS. Ali-Imran 104

“Ada tiga hal yang tercantum dalam ayat tersebut, yaitu Ad-dakwah bil khoir, amar ma’ruf nahi munkar dan berorganisasi dengan baik (ummah).” jelasnya. (mona)

Shared:
Shared:
1