'Aisyiyah Tanamkan Nilai Keadaban Keluarga dalam Hadapi MEA

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 13 Juni 2015 14:25 WIB

Sleman - Sebagai organisasi yang memiliki banyak lembaga pendidikan, ‘Aisyiyah saat ini memiliki kesempatan emas untuk mengembalikan tujuan sebenarnya dari pendidikan. Sebagai sebuah proses untuk melahirkan individu berakhlak islami yang menjaga akal, jiwa, dan kehidupan.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Intersional Islamic Universiti of Malaysia, Zaleha Kamarudin dalam seminar internasional yang diadakan PP ‘Aisyiyah bersama STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dan Global Ethic di Hall STIKES ‘Aisyiyah, Mlangi, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (13/06). Menurut Zaleha, selama ini, pendidikan lebih berorientasi materi yang menciptakan generasi tamak. “Jadinya, generasi dicokok dengan pemahaman bagaimana supaya bisa memamerkan kepemilikan harta seperti rumah besar,” ujar Zaleha.

Zaleha menambahkan, salah satu cara mengembalikan tujuan pendidikan adalah melalui keluarga. “Sayangnya, saat ini institusi keluarga tidak mendapat perhatian dari banyak pihak,” kata Zaleha. Menurutnya, selama ini institusi keluarga baru diperhatikan oleh pemerintah.

Senada dengan Zaleha, Hendri Saparini dalam forum yang sama mengatakan nilai keluarga sebagai pilar kemajuan bangsa mulai tergerus. “Ini tugas bersama untuk mengembalikan nilai itu bersama-sama,” Kata Hendri.

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjanah Djohantini, menyoroti masalah terhadap persoalan ekonomi dan sosial keluarga dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, melalui seminar ini, Noordjanah mengatakan ‘Aisyiyah sebagai agen di masyarakat ingin menumbuhkan kembali nilai-nilai peradaban dalam keluarga untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean ini. (Mid) (dzar)

Shared:
Shared:
1