Selamat Jalan Sahabatku, Said Tuhuleley

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 10 Juni 2015 20:12 WIB

Yogyakarta - Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un, kematian adalah suatu kepastian, setiap yang berjiwa pasti merasakan mati. Kepergian Alm. Dr. Said Tuhuleley adalah kehilangan bagi Persyarikatan Muhammadiyah dan Bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin melalui pesan Whats App yang dikirimkan, Selasa (9/6).

Almarhum, kata Din adalah seorang mujahid dakwah yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dakwah bagi pemberdayaan dan pemajuan masyarakat. Almarhum adalah seorang kader handal Muhammadiyah yang mampu bekerja maksimal di manapun di tempatkan dan diberi amanat. Warga Muhammadiyah sedang menikmati hasil jerih payahnya dalam pemberdayaan masyarakat lewat MPM yang dipimpinnya. “Saya berharap akan muncul Said Tuhuleley - Said Tuhuleley baru yang akan meneruskan jihad pencerahan almarhum. Selamat jalan sahabatku”, ungkapnya.

Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas mengungkapkan bahwa pertama kali ia melihat pak Said tahun 1984 tatkala almarhum naik motor bertamu ke rumah bapak Ustad Suprapto Ibnu Juraimi di Muallimin Yogya. “Saya tidak sempat berkenalan, baru membatin, siapa orang ini. Tahun 1985 baru berkenalan tatkala saya diminta mengajar Bahasa Arab di Padepokan Budi Mulia. Tahun 1999-2000 kami bertetangga langsung di Budi Mulia. Tahun 2000-2015 saya tinggal di luar pondok tidak sampai 500 m dari rumah pak Said”, ujarnya.

Yunahar Ilyas (duduk) mendo'akan Alm. Said Tuhuleley

Yunahar mengatakan sangat banyak kenangan selama 30 tahun bersahabat. “Pak Said orang baik, rajin shalat berjamaah, aktivis, sangat peduli umat, pekerja keras, peneliti, suka berbicara dengan angka-angka, pandai menulis, pengkader anak muda andalan dll. Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadahnya dan mengampuni dosa-dosanya dan memasukkan pak Said ke dalam sorga-Nya. Amiin ya Rabbal 'alamin”, do’a dan harapannya.

Di masjid Nabawi dan di Masjidil Haram Dekan Fakultas Agama Islam UMY, Mahli Zainuddin Tago berdoa untuk kesembuhan pak Said. Tapi Allah berkehendak lain. “Allah memanggil Pak Said lebih cepat. Insya Allaah Pak Said husnul khatimah.”, ujarnya.

Mahli menjelaskan, ada begitu banyak pelajaran hidup yang saya timba dari Almarhum. “Salah satunya adalah perjalanan pada Ramadhan tahun lalu. Dalam kondisi fisik yang mulai tertatih, beliau masih sanggup menemani saya ke pedalaman Kerinci . Ini perjalanan panjang. Sebelum Subuh kami sudah bergerak dari rumah. Baru sampai Kerinci ketika adzan mahgrib berkumandang. Kehadiran beliau memompa semangat anak-anak muda setempat mendirikan sebuah PCM. Dengan PCM ini maka sebulan kemudian tim MPM berhasil menggerakkan pertanian terpadu bagi jamaah Muhammadiyah setempat. Maka persyarikatan Muhammadiyah mulai bergerak disana.  Saya bersaksi  ini menjadi salah satu dari sekian amal saleh amal saleh Pak Said yang pernah saya saksikan langsung saat  bersama beliau. Selamat jalan Pak Said. Saya bangga pernah menemani beberapa amal saleh Bapak”, tutupnya. (dzar)

Shared:
Shared:
1