Din Syamsuddin Panen Padi Bersama Bupati Sukoharjo

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 01 Oktober 2011 15:41 WIB

 

Sukoharjo- Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Hal ini disampaikan Asisten Deputi Wakil Presiden Bidang Industri Kecil dan Kesejahteraan Masyarakat RI, Tono Supranoto ketika memberikan sambutannya dalam Panen Raya Padi Sawah di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo Jumat (30/9) siang.

 

Lebih lanjut Tono menuturkan, pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu pemerintah juga berupaya meningkatkan upaya pengentasan kemiskinan. “Upaya-upaya tersebut dapat terlaksana dengan baik jika terjadi kerjasama yang sinergi dan kokoh. Kerjasama antara dunia usaha, perguruan tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), lembaga keorganisasian seperti Muhammadiyah. Hal tersebut perlu ditingkatkan karena upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.”urainya.

 

Tono juga mengatakan bahwa kegiatan pendampingan yang dilakukan Muhammadiyah melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) harus terus didorong dan ditingkatkan.

 

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsudin menuturkan sudah menjadi komitmen dari Muhammadiyah untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu melalui MPM,  Muhammadiyah kemudian melakukan pendampingan-pendampingan. “Pendampingan terhadap para petani, nelayan  dan buruh yang seringkali tidak diuntungkan oleh proses pembangunan yang terjadi,” urainya.

 

Menurut Din, program pendampingan masyarakat merupakan bagian dakwah Muhammadiyah. “Melalui MPM yang melakukan misi sebagai sebuah organisasi yang peduli terhadap masyarakat kecil. Sehingga melalui pendampingan tersebut hasil panen petani di Desa Pondok bisa menghasilkan 13 ton padi per hektar. Mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya 5,5 ton per setengah hektar.”tambahnya.

 

Sementara itu Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukoharjo menuturkan pendampingan terhadap para petani dilakukan oleh MPM melalui penerapan pengelolaan pertanian terpadu. “Pertanian terpadu dengan tidak menggunakan pestisida dan pupuk buatan. Karena penggunaan pestisida dan pupuk buatan secara berlebihan dapat menyebabkan tanah rusak. Sehingga para petani disarankan untuk menggunakan pupuk maupun pestisida dari bahan alami dan organik.”jelasnya.

 

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH., MA menambahkan kabupaten Sukoharjo memiliki lahan pertanian mencapai 23 ribu ha. “Panen kali ini membawa kebanggaan bagi warga. Hal ini dikarenakan pada 2010 surplus beras 55,26 persen dari 179,200 ton. Jumlah tersebut menurun dibandingkan 2009 yang mencapai surplus beras 65 persen dari 225,995 ton karena mengalami tiga kali serangan wereng,”tegasnya.

Shared:
Shared:
1