Din: Humanisme Islam Dasar Gerakan Muhammadiyah dalam Tanggap Bencana

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 20 Mei 2015 12:04 WIB

Yogyakarta – Watak universal dari Islam orientasi alamiah berhimpit pada wawasan yang humanisme. Humanisme Islami  humanisme religius dari Islam sangat relevan dikedepankan sebagai dasar gerakan kita. Muhammadiyah melalui MDMC hadir tanpa melihat latar belakang korban bencana. Inilah humanisme religius Islam, memberikan bantuan kemanusiaan tanpa melihat latar belakang korban bencana.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dalam Pembukaan Munas Tarjih ke 29 serta Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah edisi ke XV sebagai tuan rumah UAD di Hotel Inna Garuda, Jl Malioboro 60 Yogyakarta, Rabu, (20/5).

Teologi Al Ma’un, menurut Din sangat mengedepankan kebersamaan, bersama-sama menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. Saling menjaga sesama manusia, tidak hanya sesama muslim saja.

Kepada majelis tarjih dan tajdid, membentuk Lajnah Tarjih Muhammadiyah (kumpulan-kumpulan ulama-ulama senior Muhammadiyah se Indonesia), perannya membantu majelis tarjih dan tajdid serta bisa memberikan masukan kepada PP Muhammadiyah, inilah yang dinamakan dinamisasi tajdid Muhammadiyah.

Fikih Bencana, tambah Din bukan hanya bagaimana tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi. Tapi saat ini bagaimana menghindari bencana, bagaimana menyiapkan manusia menghadapi bencana, keseluruhan aspek-aspek itu dibalut sebuah alam pikiran keagamaan, itulah yang disebut dengan fikih kebencanaan. Fikih kebencanaan harus bersifat menyeluruh.

Seminar Pra-Muktamar 47 di Inna Garuda Yogyakarta, merupakan salah satu rangkaian seminar pra-Muktamar yang dilaksanakan oleh PP Muhammadiyah, kerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Munas Tarjih sendiri, dilaksanakan hingga Jumat (22/5) di LPMP DIY. (dzar)

Shared:
Shared:
1