Pengembangan Intelektualisme Muhammadiyah Dalam Masyarakat Terbuka

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 20 Mei 2015 11:22 WIB

Yogyakarta -  Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke 29 dan Seminar Pra-Muktamar 47 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kerjasama dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini merupakan kegiatan pra-Muktamar 47 yang diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Digelar di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Rabu (20/5).

Dengan tema Dinamisasi Tadjid dan Pemgembangan Intelektualisme Muhamamdiyah dalam Masyarakat Terbuka Rektor UAD, Kasiyarno menyambut para peserta Munas Tarjih yang turut hadir di seminar pra-Muktamar 47 karena UAD merupakan bagian dari tuan rumah seminar pra-Muktamar ke 15 di seluruh rangkaian acara seminar pra-Muktamar PP Muhammadiyah.

Menurut Ketua majelis Tarjih PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, Munas Tarjih ke 29 mengangkat tema penguatan spiritualitas dan tanggap kebencanaan menuju masyarakat berkemajuan. Kegiatan seluruhnya diselenggarakan di LPMP DIY di Kalasan. “Fikih Kebencanaan, Tuntunan Sholat dan program kerja akan dibahas dalam Munas Tarjih ke 29 ini”, ungkapnya.

Syamsul Anwar menambahkan, Fikih-fikih yang dibahas tidak hanya sekedar membahasa hukum-hukum, tapi memperkaya khazanah keilmuan.

Kegiatan Munas Tarjih yang dibuka oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin digelar sejak kemarin Selasa (19/5) hingga Jumat (22/5). Hasil Munas tarjih tentunya akan dijadikan acuan dalam kehidupan ber-Muhammadiyah, Majelis tarjih dan tajdid PP Muhammadiyah kemudian akan mentanfizkan hasil munas, lalu diserahkan ke PP Muhammadiyah untuk dikuatkan dengan surat keputusan resmi PP. Tarjih berharap warga Muhammadiyah memberikan kontribusi dalam mempublikasikan hasil-hasil Munas tarjih ini. (dzar)

Shared:
Shared:
1