Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta Latih Kader Deteksi Dini Kanker Serviks

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 12 Mei 2015 13:41 WIB

Bantul -  Sebanyak 20 orang kader kesehatan deteksi dini kanker serviks dari ‘Aisyiyah Cabang Banguntapan, menjalani uji pelatihan terakhir di Klinik Bait al-Marwah, Jl. Wonosari, Wiyoro, Banguntapan, Bantul, Selasa (5/5). Mereka sejak bulan April lalu mengikuti pelatihan rutin memahami apa itu kanker serviks, gejala dan cara deteksi dini yang perlu dilakukan se-awal mungkin. Program pelatihan kader ini dilakukan oleh Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta ini dipimpin oleh dua dosen yakni Ismarwati dan Dwi Ernawati.

“Dalam rangka pengabdian masyarakat Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta sejak bulan April 2015 melakukan program Pelatihan Kader Kesehatan Deteksi Dini Kanker Serviks bekerjasama dengan Pengurus Cabang ‘Asyiyah (PCA) Banguntapan Utara dan PCA Banguntapan Selatan Kabupaten Bantul” ujar Ismarwati.

Dari hasil penelitiannya tersebut, salah satu penyuluhan kesadaran melakukan deteksi dini kanker serviks yang cukup efektif adalah memanfaatkan jaringan pengajian kaum ibu. “Agar kesadaran jamaah pengajian tetap dapat dijaga maka perlu dipilih beberapa kader di tiap kelompok jamaah pengajian yang ada di daerah binaan. Pembinaan kader melalui forum pengajian ibu dinilai efektif karena akan dapat  membangun rasa kebersamaan dalam memotivasi jamaah pengajian sehingga bersedia melakukan usaha deteksi dini secara rutin bersama-sama,” ujar

 

nya.

Ismarwati menambahkan, dari masing-masing PCA mengirim 10 kadernya. Dalam pelatihan kepada 20 orang kader diberikan pengetahuan kesehatan reproduksi perempuan dan urgensi deteksi dini kanker serviks secara berkala sebagai bekal memberikan penyuluhan kepada jamaah pengajian di masing-masing wilayahnya dengan membentuk Diskusi Kelopok Terarah (DKT).

 

Target lain yang diharapkan adalah menyusun pandan deteksi dini kanker serviks dan membentuk 20 Diskusi Kelompok Terarah (DKT) beranggotakan ibu-ibu yang tiap kelompok terdiri 8 sampai 10 orang ibu.  “Dari program ini diharapkan  ada 200 peserta yang  dikembangkan menjadi kader penerus bina lingkungan keluarga masing-masing,” tuturnya. (dzar)

Shared:
Shared:
1