Semangat Literasi, IPM luncurkan buku “Pendidikan Insani”

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 09 Mei 2015 21:38 WIB

Yogyakarta -Dalam rangka memperingati Hari pendidikan nasional (Hardiknas) pada tanggal 02 Mei lalu, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah mengadakan refleksi pendidikan sekaligus peluncuran buku “Pendidikan Insani” bertempat di aula PP Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (02/05)

Buku Pendidikan Insani yang di prakarsai PP IPM ditulis oleh aktivis IPM dari mulai Pusat hingga ranting selain itu beberapa akademisi dan tokoh seperti direktur Maarif Institut Fajar Riza Ul Haq turut memberikan sumbangan pemikirannya, buku setebal 144 halaman tersebut berisi tentang catatan kritis dan harapan untuk pendidikan Indonesia, seperti problematika UN, kurikulum, belajar, radikalisme pendidikan dll. Buku tersebut adalah kado yang IPM berikan untuk Mendikbud Anies Baswedan dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional “kami berharap buku tersebut bisa memberikan masukan kepada Mendikbud untuk mendorong pendidikan yang lebih baik, apalagi beberapa penulis adalah siswa sekolah pertama dan menengah yang menjadi objek pendidikan disekolah selama ini” ujar Ketua Umum PP IPM M. Khoirul Huda.

Selain peluncuran buku acara yang dihadiri puluhan pelajar dan mahasiswa seYogyakarta tersebut juga menyelenggarakan bedah buku “gerbang para pemimpi: Strategi meraih beasiswa dan studi lanjut diluar negeri” karya Hilman Latif, Ph.D yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dalam pemaparanya mas hilman sapaan akrabnya, memotivasi peserta untuk terus menuntut ilmu baik di dalam maupun luar negeri, selain itu beliau memberikan strategi dan langkah-langkah untuk mendapatkan beasiswa diluar negeri.

Di akhir acara beberapa pelajar memberikan testimoni tentang pendidikan Indonesia selama ini, dalam rangkuman yang disampaikan oleh Ketua Umum, PP IPM membacakan tuntutanya kepada Mendikbud Anies Baswedan pertama, merealisasikan pendidikan gratis dari SD hingga SMA, kedua segera menuntaskan persoalan kurikulum dan UN, ketiga meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan khususnya di daerah pedalaman, keempat menghapuskan diskriminasi dan kekerasan dan kelima menghapus korupsi dalam dunia pendidikan. (mzq)

 

Shared:
Shared:
1