Ketua Umum PP Muhammadiyah bicara pada Seminar di Florence, Italia.

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 07 Mei 2015 01:16 WIB

Italia--Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, kembali berada di Italia, segera setelah menjadi pembicara di Pointifical Academy of Science, Vatican, minggu lalu (28/4/2015). Din Syamsuddin kembali diundang sebagai  pembicara pada seminar di Robert Schuman Center for Advanced Studies, European University, Florence, Italia (4/5/2015) dan menyampaikan makalah pada sesi tentang "The Limits and Challenges of Secularism: The Roles of Faith-based Diplomacy and Mediation".

Seminar yang diadakan oleh Pusat Studi yang menjadi wadah pemikir Uni Eropa itu, bermaksud mengukur efektifitas dan pengaruh pendekatan keagamaan dalam diplomasi dan mediasi konflik global. Din Syamsuddin diminta menjelaskan peran Muhammadiyah sebagai anggota International Contact Group (ICG) dalam pembicaraan damai antara Pemerintah Filipina dan Moro Islamic Liberation Front (MILF). Bagi salah satu Pusat Studi terkemuka di Eropa itu, peran Muhammadiyah dianggap signifikan dan bisa menjadi model diplomasi dan mediasi berbasis pendekatan keagamaan.

Din Syamsuddin dalam presentasinya tidak hanya memberi informasi tentang peran Muhammadiyah dalam proses perdamaian Mindanao, tetapi memberikan analisa dan refleksi tentang sifat, efektivitas, dan prospek pendekatan keagamaan dalam politik dan diplomasi internasional. Menurutnya, di antara nilai tambah pendekatan keagamaan adalah melibatkan pihak-pihak di luar aktor negara, dan menekankan pesan moral dan etika keagamaan untuk perdamaian.

Pembahas atas presentasi Din Syamsuddin, Nawab Usman dari Rajaratnam School of Government, Singapore, memberikan apresiasi tinggi terhadap Muhammadiyah yang dinilainya moderat dan modern, serta proaktif dalam kegiatan-kegiatan perdamaian dunia dan kemanusiaan. Nawab menilai bahwa Muhammadiyah memiliki kredibilitas tinggi untuk menjadi agen perdamaian dan perubahan dunia. Kredibilitas tersebut lahir dari kebesaran, pengalaman, dan sumber daya manusia, serta nilai-nilai etika untuk kemajuan yang dimilikinya. Sebagai akibatnya, Muhammadiyah menyandang kepercayaan besar untuk  menjadi problem solver peradaban manusia.

Jika sebelum ke Italia, Din Syamsuddin berada dua hari di Jawa Timur (Sidoarjo dan Bojonegoro), maka sepulang dari Italia, Ketua Umum  PP Muhammadiyah terjadwal keesokan harinya berada di Jawa Tengah, yaitu  Wonogiri dan berkunjung ke Medan, Pekanbaru, dan Denpasar. Semuanya adalah dalam rangka konsolidasi  gerakan Muhammadiyah. [mnw/dha]

Shared:
Shared:
1