MDMC Siapkan Medis Yang Handal Tanggap Darurat Bencana

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 28 April 2015 14:28 WIB

Makassar - Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah atau MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Centre) telah menjalankan program “Hospital Preparedness and Community Raediness for Emergency and Disaster” (HPCRED) sejak Januari 2015.

Program ini didukung oleh AIFDR (Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction), BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Beberapa rumah sakit penerima manfaat dari program ini adalah Rumah Sakit Islam ‘Aisyiyah Malang, Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik, Rumah Sakit Siti Khadijah Mkassar dan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.

Tim manajemen area Makassar bersama manajemen nasional HPCRED menggelar kegiatan Pelatihan Koordinator Operasi Medis Darurat (KOMD) di ruang Teratai Hotel Horison Ultima Makassar, Selasa – Kamis, (21-23/4). Acara ini diikuti 30 peserta terdiri dari perwakilan RS Siti Khadijah 1, TBM (Tim Bantuan Medis) Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, TBM Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar, Akper dan Akbid Muhammadiyah, BPBD Makassar, Dinas Kesehatan Makassar dan juga perwakilan dari LPB Wilayah Sulawesi Selatan.

Mustari Basra, PWM Sulawesi Selatan dalam pembukaan kegiatan ini menyatakan bahwa Muhammadiyah dengan salah satu trade marknya gerakan tajdid mampu mendirikan lembaga penanggulan bencana yang merupakan bentuk kepedulian terhadap kesengsaraan umat.

”Dengan adanya program HPCRED ini, manajemen kebencaan menjadi hal yang tidak asing lagi. Jadi saat menghadapi bencana apapun dan kapanpun, sudah ada kesiapaan dalam masyarakat maupun tim medis tanggap daruratnya,” jelas Mustari.

Rahmawati Husein, wakil ketua LPB PP Muhammadiyah sekaligus koordinator nasional program HPCRED memberikan pernyataan terima kasih kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Makassar yang mendukung terselenggaranya program ini.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kesiapsiagaan rumah sakit dan harapannya masyarakat sekitar dapat terlibat dalam kegiatan lanjutan dalam program ini. Selain itu dengan adanya pelatihan ini diharapkan tim yang terbentuk akan menjadi tim medis tanggap darurat wilayah Indonesia Timur,” jelas Rahmawati.

Kegiatan Pelatihan Koordinator Operasi Medis Tanggap Darurat ini sebelumnya juga diadakan di Surabaya yang diikuti oleh RSIA Malang, RS Muhammadiyah Gresik dan juga stakeholder yang berkaitan dengan program ini. (mona)(dzar)

 

Shared:
Shared:
1