Din: Stabilitas Harga Diperlukan Para Petani

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 24 April 2015 15:42 WIB

Sidoarjo- Peran pemerintah dalam memegang kendali atas stabilitas harga kebutuhan pokok seperti pangan sangat diperlukan bagi para petani, dengan kondisi tersbut petani dapat selalu menyesuaikan dan merencanakan produksinya secara berkelanjutan. Saat ini banyak petani yang merugi akibat utang di rentenir dan terpaksa harus menjual sawah milik mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam ceramahnya pada Tabligh Akbar dan Panen Raya Padi Majelis Pemberdayaan Masyarakat di di Desa Bakung Tumuenggung, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (23/4). Din menambahkan, permasalahan lahan adalah masalah yang cukup serius dihadapi para petani di Indonesia. "Saat ini sebagian lahan tersebut telah berubah fungsi dengan berdirinya pusat-pusat industri dan juga pusat-pusat perbelanjaan yang seharusnya bisa digunakan sebagai lahan pertanian," jelasnya. Tingginya harga produksi dan rendahnya harga jual petani serta tingginya ketergantungan para petani pada pupuk, membuat para petani berpikir panjang untuk melanjutkan usahanya dan memilih untuk menjual lahannya. "Dalam hal inilah peran pemerintah seharusnya mengambil peran untuk mengendalikan harga secara menyeluruh, termasuk menjamin pasokan pupuk, sehingga harga tidak naik signifikan," tegasnya.


Dihadapan ribuan warga Muhammadiyah, Din memberikan apresiasi Majelis Pemberdayaan Masyarakat baik tingkat Wilayah maupun Pusat yang telah memberikan sumbangsihnya bagi masyarakat Jawa Timur melalui pendampingan yang akhirnya mampu meningkatkan hasil dan menurunkan biaya produksi petani. dalam kesempatan yang sama, konsultan ahli MPM PP Muhammadiyah Syafii Latuconsina menjelaskan, masyarakat setempat pada awalnya pesimis dengan hasil panen padinya karena tingginya serangan hama wereng yang terjadi, tetapi setelah dilakukan pendampingan dan mengubah pola tanam yang selama ini dijalankan, masyarakat dapat langsung melihat hasil yang cukup menggembirakan. "Serangan hama dapat ditangkal dengan daya tahan tanaman yang kuat, serta hasil yang semakin melimpah, dan juga turunnya biaya produksi karena berkurangnya petani dalam penggunaan pupuk," tambahnya. (mac)

Shared:
Shared:
1