Kunjungan Kerja Ketua Umum PP Muhammadiyah ke NTB

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 22 April 2015 22:26 WIB

NTB---Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Din Syamsuddin, M.A. selama 17-19 April melakukan kunjungan kerja ke Kota Mataram, provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terletak di pulau Lombok. Setiba di Bandara Internasional Lombok, Din Syamsuddin langsung menuju Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Mataram untuk peresmian Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan. Gedung baru yang menghabiskan biaya sekitar 25 Miliar tersebut cukup besar dan megah. Dipergunakan untuk ruang kelas, administrasi, dan laboratorium/perpustakaan.

Setelah acara peresmian, Din Syamsuddin memberi khutbah Jum'at di Masjid Baitul Arqam yg berada tidak jauh dari kampus UM Mataram. Pada sore hari, Din Syamsuddin memberi sambutan pada acara Pembukaan Rakornas Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah 2015 yang mengambil tempat di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat, Provinsi NTB.

Rakornas, yang mengangkat tema Penguatan Kelembagaan menuju PTM/PTA dan pengembangan Iptek yg Islami, dihadiri oleh segenap pengurus Majelis DIKTI PP Muhammadiyah dan segenap rektor atau ketua Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Perguruan Tinggi Aisyiyah (PTA) dari seluruh Indonesia. Pembukaan ikut dihadiri oleh Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Abdul Malik Fadjar, dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB. Dalam sambutannya, Din Syamsuddin mendorong agar PTM/PTA dapat menjadi lokomotif atau prime mover bagi masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, PTM/PTA harus memelopori inovasi-inovasi kebudayaan. "Harus ada ide-ide baru yang tercipta dari rakornas ini", tandas Ketua PP Muhammadiyah kelahiran Sumbawa ini.

Keesokan hari (18/4/15), Din Syamsuddin melanjutkan perjalanan ke Sumbawa Besar, selain untuk bersilaturahim dengan keluarga, juga meninjau Pondok Pesantren At-Tanwir di Desa Merauge, milik Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumbawa. Selanjutnya, Din Syamsuddin meninjau lokasi International Islamic College Dea Malela di Pamangong, 37 km dari Sumbawa Besar yang merupakan sebuah pesantren modern yang menyandang nama Dea Malela, tokoh ulama yang dibuang Belanda ke Afrika Selatan pada 1751, diharapkan dapat dibuka pada tahun ajaran 2016.

Pada kesempatan kunjungan kerjanya Din Syamsuddin juga menyempatkan melakukan evaluasi gerakan dakwah Muhammadiyah bersama PDM Sumbawa terutama membahas penyelesaian Klinik Rawat Inap Pratama PKU Sumbawa Besar. Klinik ini dibantu maksimal oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Diharapkan selesai sebelum Muktamar ke-47 di Makassar. (mn/dha)

 

Shared:
Shared:
1