Bupati Banjarnegara: Muhammadiyah Buktikan Dampingi Korban Longsor Hingga Bangkit

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 17 April 2015 10:11 WIB

Banjarnegara- Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo memberikan apresiasi pada Muhammadiyah yang telah aktif dalam melakukan pendampingan mulai dari evakuasi hingga pendampingan ekonomi warga hingga mampu berativitas dan memberikan alternatif sumber pendapatan bagi warga korban longsor di dusun Jemblung, Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah. 

"Terbukti dan teruji keluarga besar Muhammadiyah telah melakukan banyak hal bagi warga dusun Jemblung, dan masyarakat sekitar sehingga mampu bangkit dan melakukan aktivitas normal," hal tersebut disampaikan Sutedjo dalam festival Banjarnegara Bangkit Jemblung Bersinar sebagai bagian dari Gebyar Muktamar Muhammadiyah, di Alun - alun Kota Banjarnegara, Ahad (12/4). Muhammadiyah menurut Sutedjo telah memberikan andil dan berkontribusi pada masyarakat Banjarnegara terutama di dusun Jemblung sehingga mereka juga telah terlatih untuk membuat mocaf, keterampilan sablon, dan budidaya ikan serta pertanian organik. Festival banjarnegara bangkit adalah rangkaian kegiatan pameran produk korban longsor jemblung binaan LazisMu, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Dalam acara tersebut dipamerkan beberapa produk antara lain Tepung Mokaf, Pagar Tralis, Sablon kaos, aneka makanan ringan, yang semuanya merupakan produk korban longsor banjarnegara yang telah dibina oleh LAZISMU, MPM & MDMC selama empat bulan.

Acara lain dari festival banjarnegara bangkit adalah pagelaran seni, antara lain pementasan drama dan tari yapong yang ditampilkan oleh anak-anak jemblung , launching lagu dengan judul jemblungku yang juga ditampilkan oleh anak jemblung, parade marching band dari MTs Muhammadiyah Batur dan MAN 2 Banjarnegara, pentas grup music tradisional tek-tek dari desa aliyan, yang mana desa itulah yang menjadi tempat pengungsian / hunian sementara korban longsor Dusun Jemblung.

Muhammadiyah Banjarnegara juga melaunching sekolah inspirasi pedalaman dan mobil layanan ummat Lazismu. Sekolah inspirasi pedalaman adalah program yang digagas oleh Angkatan Muda Muhammadiyah Banjarnegara yang bertujuan untuk membantu pemerintah memberikan hak pendidikan kepada masyarakat banjarnegara yang berada di daerah terpencil dimana tingkat pendidikan masih rendah.

Harapannya, dengan dilaksanakannya festival banjarnegara bangkit, produk-produk yang telah diproduksi oleh masyarakat banjarnegara terutama korban bencana longsor dapat diketahui oleh masyarakat luas. Festival ini juga memberikan pesan kepada masyarakat bahwa bencana yang melanda banjarnegara akhir tahun lalu telah dapat dilalui para korban dengan sabar, dan kini masyarkat jemblung dan sekitarnya telah mampu bangkit dan kembali menatap kehidpan masa depan dengan lebih optimis.

Acara ditutup dengan tabligh akbar yang disampaikan oleh Drs. H. Sukriyanto AR, SH, M.Hum, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang dihadiri oleh lebih kurang seribu jamaah baik dari warga Muhammadiyah se Banjarnegara dan juga masyarakat umum.

Dalam rangkaian acara yang sama yaitu gebyar muktamar muhammadiyah ke-47, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PD Muhammadiyah Banjarnegara melaksanakan panen raya grameh bertempat di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Blambangan banjarnegara. (mac)

Shared:
Shared:
1