Muhammadiyah Akan Terus Upayakan Perdamaian Dunia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 16 April 2015 20:43 WIB

Surakarta - Muhammadiyah yang akan memasuki usia seabad, akan terus mengupayakan perdamaian dunia sebagai bagian dari internasionalisasi organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan tersebut. Dalam program ini, khususnya di kawasan Asia Tenggara Muhammadiyah akan memprakarsai upaya perdamaian di Filipina Selatan dan Thailand Selatan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyampaikan hal itu kepada wartawan, seusai membuka seminar Pra-Muktamar II Muhammadiyah, bertema Internasionalisasi Muhammadiyah untuk Kemanusiaan Universal di Aula Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (14/4).

Dalam seminar bersama Azyumardi Azra, Bachtiar Effendi, Dekan Fakultas Politik Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta, menyatakan, keterlibatan Muhammadiyah dalam masalah internasional sudah lama, di antaranya dimotori almarhum Lukman Harun dalam membela pemerintah Palestina pimpinan Yasser Arafat. Dia melihat, di bawah kepemimpinan Din Samsuddin sekarang, Muhammadiyah makin mengiintensifkan peran itu.

"Masalahnya, dalam Muktamar Muhammadiyah nanti harus diadakan perubahan AD dan ART agar sejalan dengan peran itu. Selain itu, Muhammadiyah ditantang sejauh mana mampu mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamin, Islam Nusantara yang toleran, ramah dan humanis ke seluruh dunia," ujarnya dihadapan ratusan peserta seminar Pra-Muktamar 47.

Kalau organisasi Muhammadiyah yang besar mampu menjawab tantangan itu, sambungnya, dalam 30 tahun mendatang saat secara kuantitatif umat Islam di dunia seimbang dengan umat Kristen akan dapat memberikan sumbangsih besar.

Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mukti, dalam jumpa pers menerangkan, bahwa dalam internasionalisasi Muhammadiyah banyak tantangan sangat besar yang dihadapi. Sebab, kendala utamanya keterbatasan penguasaan bahasa asing di kalangan kader dan anggota Muhammadiyah.

“Saat ini masih banyak kawan-kawan dari luar Indonesia yang minta dokumen tentang Muhammadiyah dalam bahasa Inggris dan Arab, Seperti sejarah Muhammadiyah, pendiri Muhammadiyah dan lain-lain. Sedangkan selama ini belum banyak dokumen yang berbahasa Inggris dan Arab," ujarnya. (dzar)

Shared:
Shared:
1