Rakerwil Terpadu Majelis dan Lembaga Muhammadiyah Sulsel, Hasilkan agenda Strategis

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 26 September 2011 15:52 WIB

 

Makassar- Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Drs.KH.Alwi Uddin,M.Ag tutup Rapat kerja Terpadu Majelis, Lembaga, Ortom dan pengurus Muhammadiyah se Sulawesi Selatan di kampus Unismuh Makassar,ahad (25/09/2011). Dalam forum tersebut juga berhasil melahirkan agenda strategis yang diantaranya adalah, strategi politik warga Muhammadiyah menjelang Pilksada Provinsi dan kabupaten/kota, pengembangan ekonomi warga Muhammadiyah dengan mendirikan sentra perekonomian di bidang pertanian, dan pengembangan pendidikan berbasis pendidikan ulama dan interpreanuship serta pengembangan program berbasis pemberdayaan masyarakat untuk semua program.

 

Hadir pada penutupan tersebut masing -masing wk ketua HM.Syaiful Saleh, KH Iskandar Tompo, HM.Yunus Kadir serta sejumlah pengurus lainnya serta utusan Muhammadiyah se Sulsel HM.Yunus Kadir, wakil ketua Muhammadiyah Sulsel mengatakan bahwa, dalam mengisi pembangunan di Sulsel, Muhammadiyah akan memberikan dukungan pada pemerintah dalam sektor perekonomian berbasis pemberdayaan umat, terutama dalam mendukung gerakan pangan pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, sehingga dengan melalui hasil keputusan yang ada, Sulawesi selatan akan menjadi kekuatan perekonomian untuk Kawasan Timur Indonesia.

 

Lebih lanjut menurut Yunus Kadir, Muhammadiyah yang memilki infrastruktur mulai dari tingkat wilayah hingga ranting yang tentu saja menjadi kekuatan besar dalam menunjang program tersebut. “Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma'ruf nahi mungkar sudah seharusnya mampu bergekar di sektor perekonomian secara profesional, hal tersebut di mungkinkan karena amal usaha Muhmmadiyah di bidang pendidikan, perekonomian, dan kesehatan sudah berdiri sejak lama, ketiga amal usaha tersebut tentu saja harus dikelola secara profesional sehingga masyarakat akan menjadi konsumen yang baik,” jelasnya. Ir.H.Darwis Lantik, ketua panitia pelaksana,melaporkan bahwa acara ini diikuti sebanyak 800 orang peserta se Sulsel, dan pelaksanaan acara ini berlngsung dengan sukses tanpa menggunakan bantuan dari pemerintah tapi murni anggaran Muhammadiyah se Sulsel.

Shared:
Shared:
1