6 Negara Tampil dalam Konferensi Internasional JGP di UMY

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 17 Maret 2015 18:05 WIB

Yogyakarta- Dalam rangka meningkatkan kualitas Journal of Government and Politics (JGP) agar terindeks oleh lembaga indeks Internasional yang terpercaya seperti Scopus. Journal Government and Politics  (JGP) bersama Jusuf Kalla School of Government (JKSG) mengadakan Konferensi internasional untuk mendukung publikasi JGP, agar kualitas JGP meninggkat dan masuk dalam indeks Internasional. Konferensi Internasional ini melibatkan diantaranya Malaysia, Filipina, Australia, Ghana, Inggris dan Indonesia. Artikel terbaik dari Konferensi Internasional JGP akan dipublikasikan dalam terbitan JGP selanjutnya.

 

Hal tersebut diungkapkan oleh editor JGP, Dr. Achmad Nurmandi saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan Konferensi Internasional Journal of Government and Politics (JGP) dengan tema “Contemporary Institutions in New Perspective in Public Policy” bertempat di Ruang Sidang Pogram Pascasarjana Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (14/03).

 

Pada sesi pertama pembukaan Konferensi Internasional JGP, materi Konferensi disampaikan oleh Ansano M. Ampog, P.hD dosen dari Mindanao State University Filipina, Sumaila Issaka Asuru dosen dari University of Bradford United Kingdom, dan oleh Prof. Martada dari University Utara Malaysia (UUM). Para pembicara menyampaikan mengenai hal yang berhubungan dengan kondisi sosial kesejahteraan di negara mereka masing-masing.

 

Seperti halnya di ungkapkan oleh Ansano. M Ampog, dirinya menjelaskan masalah yang timbul di negaranya adalah berkaitan dengan faktor demografi dan Promosi pada staff yang berkerja di kota Marawi Filipina. Hal tersebut ia contohkan seperti pemerintah membangun jaringan diantara para pekerja melalui letak tempat tinggal dan identitas kepercayaan, serta tingkat prestasi pekerjaan yang di miliki oleh setiap staff.

 

“Untuk membangun tingkat kesejahteraan dari masyarakat di kota marawi, maka yang pemerintah Filipina lakukan adalah membangun jaringan antara para pekerja melalui letak tempat tinggal, keyakinan, dan juga tingkat prestasi pekerjaan para staff di berbagai institusi tempat meraka kerja. Hal tersebut diharapkan mampu untuk meningkatkan taraf hidup para pekerjaan dengan jaringan yang diciptkan oleh pemerintah, yang berpeluang untuk menambah penghasilan dari para pekerja itu sendiri” ujarnya.

 

Selain itu, berbeda dengan Sumaila, yang mempresentasikan tentang kedermawanan masyarakat di Ghana untuk membantu masyarakat yang miskin melalui berbagai lembaga bantuan sosial. Hal tersebut sangat efektif untuk merealisasikan berbagai program kemanusian, serta program untuk mereka agar dapat menciptakan lapangan kerja dan juga bekerja dengan penghasilan yang cukup.

 

“Politik pemerintahan di Ghana yaitu dengan mendukung lembaga-lembaga yang fokus dalam peningkatan kesejahteraan sosial dengan cara memberikan izin melakukan berbagai program kemasyarakatan, sehingga implementasi dari hal tersebut menjadi gambaran bantuan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakatnya dalam hal peningkatan taraf sosial masyarakatnya. Walaupun hal tersebut dilakukan dengan kerjasama antara pemerintah dan lembaga sosial yang ada di Ghana” jelas dosen dari Bradford ini.

 

Setelah melalui sesi utama pada acara konferensi Internasional JGP ini, para peserta yang telah mendaftarkan diri sebanyak 120 peserta akan dibagi kedalam 3 ruang diskusi panel, dengan jumlah seluruhnya mencapai 7 sesi dengan pembicara masing-masing sesi adalah 3 orang dari 6 negara yang terlibat. (Shidqi)

Shared:
Shared:
1