UMM Raih Terbaik II Berkat Komik “Bung Tomo”

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 21 September 2011 13:41 WIB

 

Malang- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi tingkat nasional. Kali ini UMM unggul dalam Lomba Karya Komik Tokoh Sejarah (LKKTS) yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Babak final lomba ini berlangsung bersamaan dengan Pekan Nasional Cinta Sejarah (Pentas) 2011 di Palu Sulawesi Tengah, Sabtu-Minggu (17-18/9).

Dalam even yang digelar Dirjen Sejarah Purbakala itu, tim UMM meraih juara II. Sedangkan juara I diraih mahasiswa jurusan Sejarah Universitas Udayana, dan juara III dari jurusan Kesejahteraan Masyarakat IPB. Sebelumnya tim UMM merupakan satu-satunya tim dari PTS yang masuk final lima besar.  

“Kami sangat bangga karena bisa masuk lima besar, apalagi pesaing kami semua dari PTN dan dari jurusan sejarah ataupun jurusan sosial lainnya,” kata Khairul Umam Al Maududy mahasiswa Jurusan Biologi UMM, Selasa (20/9). Teman satu tim Umam juga bukan dari jurusan sosial melainkan dari jurusan Matematika, Yanmika Nidia Sari. Selain sebagai ketua tim, Umam juga sebagai sekaligus ilustrator dalam komik. Sedangkan narasi cerita ditulis oleh Yanmika.

Umam mengangkat tema “Bung Tomo Sang Pengobar Semangat”. Menurutnya, Bung Tomo sangat cocok sebagai tokoh komik dalam komiknya. “Bung Tomo merupakan tokoh yang belum banyak ditemukan referensisnya dalam bentuk buku ataupun komik. Selain itu Bung Tomo juga sosok seseorang yang memiliki idealisme tinggi, prinsip yang teguh, dan memiliki  kepekaan sosial yang tinggi,” katanya.

 Tidak hanya seorang orator yang hebat, Bung Tomo juga pejuang yang disegani di medan perang. Umam berpendapat, berbicara sejarah ada nama dan peristiwa, dan peristiwa 10 November adalah perang yang fenomenal. Perang yang dipimpin Bung Tomo itu sangat heroik. “Saya berdomisili di Jawa Timur, karena itu saya mengangkat tema tentang Bung Tomo karena pertempuran-pertempuran dahsyat di dunia ada di Jawa Timur,” ujar mahasiswa asal Bali ini.

Pembuatan komik berlangsung selama dua minggu. Ilustrasi komik yang bersetting lokasi di Surabaya itu menceritakan tentang anak SD yang bernama Farhan dan Dewik yang masih awam tentang peristiwa 10 November, sehingga sang guru mengajak murid-mudridnya untuk mengunjungi museum. Mereka mulai tahu jika peristiwa tersebut muncul dari nama Bung Tomo. Dari cerita pemandu tentang Bung Tomo dan kiprahnya dalam 10 November timbul niat untuk meneladani semangat dan nilai-nilai tentang Bung Tomo. Dengan itu merekapun lebih bersemangat dalam belajar.

 “Komik ini mengandung tema yang benar, tentang anak kecil yang butuh sosok yang menurut mereka ksatria dan terpuji yang patut untuk di contoh,” tambah Yanmika yang menulis narasi dialog dalam cerita komik tersebut.

Pembantu Rektor III UMM, Joko Widodo, mengaku bangga dengan capaian prestasi mahasiswanya. Pihaknya akan terus memacu prestasi itu dengan berbagai cara pembinaan, termasuk memberikan insentif dana bagi pemenang kompetisi itu. “Tidak ada prestasi yang tidak kami hargai,” kata Joko.

Umam berharap, komiknya akan diterbitkan dan membawa manfaat bagi pembacanya.  “Belajar sejarah tidak harus selalu mengacu pada buku pelajaran, karena pembelajaran lewat buku-buku sejarah bergambar lebih menarik. Dengan begitu kesan formalnya juga tidak begitu terlihat,” pungkas Umam. (www.umm.ac.id)

Shared:
Shared:
1