Pemuda Muhammadiyah Ajak Masyarakat Berjamaah Lawan Korupsi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 11 Februari 2015 20:16 WIB

Jakarta - Aksi dukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari berbagai elemen terus berlanjut. Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menggelar Deklarasi Nasional bertajuk Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi di halaman Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62 Jakarta, Ahad kemarin (8/2).

Dalam aksi berjamaah melawan korupsi ini juga, dilakukan aksi pemberian tanda tangan sebagai bukti mendukung KPK. Semua anggota Pemuda Muhammadiyah menggenakan T-Shirt merah yang bertuliskan "Berjamaah Lawan Korupsi" sementara di  bagian belakangnya bertuliskan "Madrasah Anti Korupsi." Pemuda Muhammadiyah mengajak semua untuk berjamaah melawan korupsi yang telah merugikan rakyat dan bangsa Indonesia.

"Bila koruptor saja bisa berjamaah, kenapa kita tidak bisa berjamaah lawan korupsi," kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Rakyat harus melakukan perubahan melawan korupsi. Ia mencontohkan, korupsi membuat gizi buruk, sembilan bahan pokok menjadi mahal dan infrastruktur rusak.‎

"Kita mendorong agenda melawan korupsi melalui pendirian madrasah antikorupsi yang kami launching. Tak hanya melatih anak muda antikorupsi, tapi sebagai kelompok perlawanan terhadap korupsi," ujarnya.

Pemuda Muhammadiyah, kata Dahnil, akan fokus melawan anti korupsi serta mendukung KPK. ‎Ia pun menegaskan pihaknya melawan kriminalisasi Pimpinan KPK. " Menghancurkan KPK berarti melawan pemberantasan korupsi," tuturnya.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto yang turut hadir dalam acara tersebut, menilai hal tersebut merupakan gerakan yang sangat positif untuk mendukung semangat antikorupsi.

"Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sedang menulis sejarah dengan me-launching program berjamaah melawan korupsi dan membangun madrasah antikorupsi," kata Bambang dalam orasinya di hadapan ratusan anggota Pemuda Muhammadiyah.

Bambang menambahkan, dahulu, tahun 1928, sejumlah kelompok pemuda mendeklarasikan akan ada sebuah negara yang terbentuk dengan nama Indonesia. Sekarang Ketua PP Pemuda Muhammadiyah sedang menulis sejarah itu. Dalam orasinya Bambang mengatakan, kelak akan ada negara yang namanya Indonesia dimana korupsi mati kutu di sana.

Pemuda Muhammadiyah, tambahnya, tidak sekadar menulis sejarah. Namun, sedang mengimpelementasikan nilai-nilai yang digagas KH Ahmad Dahlan, pada awal pendirian. Bambang berharap, gerakan sosial pemberdayaan masyarakat ini bisa lebih melebar tak hanya di sekitar lingkup PP Muhammadiyah saja. (dzar)

Shared:
Shared:
1