Pemuda Muhammadiyah: KPK VS POLRI, Nalar Publik Tidak Bisa Dibohongi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 27 Januari 2015 10:29 WIB

Jakarta- Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, kasus perselisihan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), tidak membuat masyarakat buta dan tertutup nalarnya dalam membaca motif tindakan POLRI pada komisioner KPK Bambang Widjojanto.

 

Hal tersebut diungkapkan Dahnil saat dihubungi redaksi Muhammadiyah, Senin (26/1). Dahnil mengatakan, bagi Pemuda Muhammadiyah penetapan BW sebagai tersangka terang adalah kriminalisasi, dalam rangka melemahkan KPK, nalar publik tidak bisa dibohongi kasus ini adalah "mendompleng Hukum" untuk kepentingan politik. Dahnil juga berharap Presiden Jokowi bersikap lebih tegas, dan tidak bersembunyi dalam ungkapannya. “Jokowi harus berani mengeluarkan sikap yang tegas dan terang serta tidak bersembunyi dibalik ungkapan tidak ingin melakukan intervensi, Jokowi harus berani menghentikan konflik ini dengan membatalkan pengangkatan Budi Gunawan, dan mengajukan nama baru untuk calon KAPOLRI.

 

Lebih lanjut Dahnil menambahkan, agar status Bambang Widjojanto jelas, proses hukum harus terus berlangsung. Bagi institusi penegak hukum, pengajar Universitas Muhammadiyah Tangerang ini berpesan, agar semua pihak berhenti menggunakan lembaga hukum sebagai alat kepentingan politik jangka pendek.

 

Sementara itu, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif dalam orasinya dihadapan sejumlah pimpinan ortonom Muhammadiyah dan juga pimpinan akademika perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) serta ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, dosen dan karyawan UMY di Lapangan Bintang UMY, Bantul, menyampaikan dukungan pada KPK dan berharap oraganisasi besar seperti Muhamamdiyah tidak tinggal diam melihat gaduh politik di Indonesia. “Pernyataan dari mantan Wakapolri Ogroseno adalah hal yang baik sekali, yang mengatakan bahwa penangkapan Bambang Widjayanto itu tidak sah, saya senang masih ada polisi  yang seperti itu. Ogroseno juga termasuk kedalam tim independen yang dibentuk oleh Presiden, sekali ini presiden benar melilih orang. Saya apresiasi betul, dan mudah-mudahan presiden mau mendengarkan hati nurani rakyat, dan Muhammadiyah dengan amal makruf nahi mungkar tidak boleh diam, harus menjadi yang paling depan dalam dukungannya untuk memberantas korupsi,” tegasnya. (mac)

Shared:
Shared:
1