Muhammadiyah Launching dan Deklarasikan Kerangka Kerja Program Pengendalian Tembakau

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 16 Januari 2015 16:26 WIB

Jakarta-Majelis Pembina Kesehatan Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama 23 Majelis lembaga dan Ortom PP Muhammadiyah mendeklarasikan Muhammadiyah Tobacco Control Frame Work / Kerangka Kerja Muhammadiyah dalam Pengendalian Produk Tembakau, Kamis, (15/1).

Bertempat di auditorium Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta, Kerangka Kerja ini merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan semua Majelis Lembaga dan Ortom Pimpinan Pusat Muhammadiyah sejak tahun 2013.

Dengan adanya Kerangka Kerja ini diharapkan Semua Majelis Lembaga dan Ortom Muhammadiyah mempunyai Panduan yang komprehensif terkait pengendalian tembakau di Muhammadiyahkata Fauzi Ahmad Noor,Wakil Ketua Muhammadiyah Tobacco Control Centerdalam rilis yang dikirim kepada redaksi muhammadiyah.or.id.

Dalam Kerangka kerja ini diatur beberapa hal terkait dengan pengendalian tembakau di Persyarikatan Muhammadiyah yang antara lain :

Pengaturan Kawasan Tanpa Rokok di semua fasilitas Gedung yang merupakan amal usaha Muhammadiyah, Larangan  sponshorship rokok termasuk iklan, Larangan Bea Siswa Industri Rokok di Sekolah dan KampusMuhammadiyah, Mendorong penelitian terkait rokok dan tembakau , Inisiasi Klinik Berhenti Merokok di rumah sakit Muhammadiyah, Inisiasi Penelitian terkait diversifikasi kegunaan  tanaman tembakau, Inisiasi diversifikasi tanaman alternatifselain tembakau bagi masyarakat daerah penghasil tembakau.

Hadir dalam Launching dan Deklarasi MTCF ini, Lily Sulistyowati selaku Kementerian Kesehatan dariPusat Promosi Kesehatan yang memberikan Key Note Speaker sangat mengapresisasi gerakan yang dilakukan persyarikatan Muhammadiyah yang tentunya sangat memberikan dorongan moral Kepada kementrian Kesehatan dalam pengendalian Produk Tembakau. Hal ini juga sebagai bentuk kepedulian Muhammadiyah atas keprihatinan bagi Pemerintah Indonesia sebagai salah satu diantara 180 Negara di Dunia yang belum meratifikasi Frame Work Convention On Tobacco Control.

Ketua Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Erwin Santosa,menyatakan bahwa ini adalah bagian dari gerakan Jihad persyarikatan dalam melawan candu yang bernama rokok.

“MTCF adalah panduan dan rel bersama yang komprehensif yang bisa di jadikan pedoman dan acuan bersama secara kelembagaan bagaimana Muhammadiyah bergeral lewat   semua  Majelis Lembaga dan Organisasi Otonomnya dalam mengendaliakan produk tembakau atau rokok”, tambah dokter spesialis anak ini.

Diharapkan juga nantinya masalah pengendalian produk tembakau di Muhammadiyah  ini masuk dalam agenda muktamar ke 47 yang akan dilaksanakan di Makasar pada bulan Agustus yang akan datang. (dzar)

Shared:
Shared:
1