SD Muhammadiyah 2 Denpasar Raih Medali Emas Olimpiade Robot Internasional

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 15 Januari 2015 18:51 WIB

Denpasar - Siswa SD Muhammadiyah 2 Denpasar mengantongi medali emas olimpiade Robot Internasional 2014, di Johor Baru, Malaysia itu. SD Muhammadiyah yang beralamat di jalan Pulau Halmahera, Sanglah Denpasar ini mengantongi empat medali yang terdiri dari emas, perak dan perunggu.

Perolehan ini masih-masing untuk kategori Robot Soccer dengan raihan medali emas oleh Wildan dan Naufal Mochtar, Aerial Robot dengan raihan perak oleh Aqsa dan Rizky. Sementara perunggu dengan kategori Line Tracer oleh Qowi Maula serta Robot Teater oleh Hisyam Hakim, Aliyah Dafitri, Qowi Maula, Naufal Mochtar, Wildan, Renaldi, Aqsa dan Rizky Firdaus.

Kepala SD Muhammadiyah 2 Denpasar, Siti Nurhamidah, mengaku bersyukur anak didiknya dapat ke luar menjadi juara di tingkat Internasional. Apalagi, pada kegiatan yang diikuti hampir seluruh negara di kawasan ASEAN seperti Malaysia, Filipina, Mesir Arab Saudi dan beberapa negara lainnya itu sama sekali dibiayai oleh pihak sekolah dibantu orang tua murid.

"Kita mengikuti olimpiade ini tidak melalui Diknas," tutur Nurhamidah dihubungi redaksi website muhammadiyah.or.id, Rabu (14/5).

Untuk kegiatan ekstrakurikuler robotik di Pulau Bali, satu-satunya hanya berada di SD 2 Muhammadiyah Denpasar. Ekstra kulikuler yang diberi nama Ngurah Rai Junior Robot itu mulai dibuka tahun 2011.

Sementara itu, pembina robotik SD Muhammadiyah 2 Denpasar, Ardita Kusuma, menuturkan, segala macam peralatan robot didukung secara finansial oleh orang tua murid.

"Sekolah hanya fasilitator pelatihan saja. Alatnya mahal-mahal, sampai ada yang seharga Rp8 juta," katanya.

Meski memiliki prestasi segudang di tingkat nasional dan internasional yang membawa harum dunia pendidikan Pulau Seribu Pura, sayangnya hingga kini minim perhatian dari Pemerintah Provinsi Bali.

"Kita pernah ajukan bantuan ke Dinas Pendidikan. Tapi karena kami sekolah swasta langsung ditolak. Sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah Bali." (dzar)

Shared:
Shared:
1