Semiloknas MPM : Membumikan Tauhid Sosial Menuju Reformasi Sosial

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 20 Desember 2014 12:07 WIB

Malang - Universitas Muhammadiyah Malang kembali menjadi tuan rumah penyelenggara acara seminar dan lokakarya nasional Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Muhammadiyah. Dengan mengambil tema Membumikan Tauhid Sosial Menuju Reformasi Sosial, acara ini berlangsung dari 18-20 Desember di aula BAU UMM yang diikiuti oleh 90 peserta dari perwakilan MPM pimpinan wilayah Muhammadiyah se-Indonesia.

Rektor Muhammadiyah, Muhadjir Efendi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa MPM merupakan bagian dari gerakan non-mainstream yang ada di Muhammadiyah. Gerakan non-mainstream inilah yang membuat Muhammadiyah berbeda dengan organisasi lainnya.

MPM ini seperti siluman, tidak mempunyai basis yang jelas tapi nyata, gerakannya laten dengan hasil manifes, tutur Muhadjir.

Di acara yang sama Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, teologi Al-Ma’un yang menjadi landasan gerak Muhammadiyah telah memunculkan lembaga-lembaga yang pro-sosial. Ketika Muhammadiyah besar dengan amal usahanya, maka menjaga teologi Al-Maun adalah dengan kinerja-kinerja praksis sosialnya.

“MPM mampu memunculkan kembali kinerja praksis sosial yang ada dalam pergerakan Muhammadiyah, Spirit praksis Al Ma’un memperkaya, mempertajam berbasis AUM berpraksis kemasyarakatan”, jelas Haedar.

Haedar menambahkan praksis tahlilan “la ilaha ill-Allah” baru yakni tauhid sosial, tonggak baru praksis gerakan sosial, pembebasan dan memajukan kaum mustad’afin, sebagai bentuk dakwah dan tadjid menyeluruh. (mona) (dzar)

Shared:
Shared:
1