Wapres Buka The 5th World Peace Forum, Resolusi Konflik Jadi Agenda Utama

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 21 November 2014 20:29 WIB

Jakarta - Muhammadiyah kembali menggelar acara World Peace Forum Ke 5. Ini merupakan acara yang diadakan dalam dua tahun sekali sejak tahun 2006. World Peace Forum kelima tahun ini mengusung tema "Quest for Peace: Lessons of Conflict Resolution".

"Tahun ini kami mengangkat tema upaya pencapai perdamaian pelajaran-pelajaran dari resolusi konflik. Maka dalam pertemuan ini akan dibahas kasus-kasus konflik yang kemudian akan diambil pelajarannya," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/11).

Ia mengatakan acara ini menjadi ajang pertemuan silaturahmi para tokoh, aktivis perdamaian dari seluruh mancanegara. "Kita mengangkat acara ini secara rileks tapi serius. Melakukan pendekatan dialogis. Ada para ahli, pelaku dan pengamat. Acara ini merupakan acara pembukaan, forum akan dimulai besok pagi di Hotel Century," jelasnya.

World Peace Forum merupakan ajang pertemuan silaturahmi para tokoh, aktivis perdamaian dari seluruh manca negara. Acara ini dihadiri oleh 110 anggota dari 38 negara. Acara dua tahunan sekali ini diselenggarakan bersamaan dengan peringatan ke 102 Miladiah/ 105 Hijriah.  Dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. JK menyinggung persoalan konflik yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Wapres dua periode ini juga mengulang sejarah dirinya atas konflik Aceh, Poso dan Maluku sewaktu masih menjabat Menkokesra RI.

JK menerangkan,‎ banyak pemimpin agama yang mengajarkan bahwa dengan membunuh, membakar maka masuk surga. Dan mereka misalnya orang yang bunuh diri bukan untuk mencari uang atau kedudukan, tapi mencari surga.

"Apa yang terjadi di Timur Tengah, ISIS contohnya dengan segala caranya korbankan jiwa manusia tanpa mengetahui sebabnya, khususnya disebabkan karena obral surga," ujarnya.

"Selalu saya katakan pengalaman kita di Poso, Ambon, Aceh selalu (terjadi) di antara konflik itu membunuh dibunuh sampai tersenyum karena akhir hidup bagi dia surga. Sungguh pemahaman yang harus diluruskan dengan begitu konflik dapat diperbaiki," papar JK.(dzar)

 

Shared:
Shared:
1