PP Muhammadiyah Launching Logo dan Lagu Muktamar ke 47 Makassar

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 20 November 2014 15:36 WIB

Bantul -Resepsi Milad Muhammadiyah ke 105 H/102 M dihelatSportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta(UMY)berlangsung meriah, Selasa malam (18/11). Selain acara inti yang berlangsung di dalam arena sportorium, disediakan pula panggung pnggembira dan 47 angkringan yang disediakan gratis untuk warga Muhammadiyah yang datang. Alunan bunyi gamelan dan tembangJawa bernafaskan Islam mengalun lembut menyambut kedatangan warga Muhammadiyah yang akan mengikuti serangkaian kegiatan milad. Muhammadiyah melakukan launching logo dan lagu Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang akan diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan pada 3 hingga 7 Agustus 2015 mendatang. Launching logo dan lagu muktamar Muhammadiyah ke-47 ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Dalam acara launching tersebut logo diserahkan pasukan kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan diterima penari-penari dari Makassar. Selanjutnya dilakukan serah terima dari Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin kepada Alwy Udin (Ketua PWM Sulawesi Selatan). . Acara dihadiri Ketua PWM DIY,Agus Taufiqurrahman, Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Noorjanah Djohantini, Ketua Panitia Pengarah Muktamar Haedar Nashir MSi serta Ketua Panitia Pusat Muktamar, Zamroni.

Dalam sambutananya , Din Syamsuddin menegaskan bahwa dakwaj pearenacerahan Muhammadiyah mampu bertahan dan menunjukkan kiprahnya. "Banyak tantangan yang tengah dihadapi Indonesia, namun Muhammadiyah tetap tidak kehilangan asa tetap menjadi penggerak dakwah," jelas Din Syamsuddin. Muhammadiyah melakukan launching logo dan lagu Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang akan diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan pada 3 hingga 7 Agustus 2015 mendatang.

Logo muktamar Muhammadiyah yang dilaunching pada milad Muhammadiyah kali itu bergambar sebuah kapal Pinisi yang sedang mengarungi lautan, dengan layar terkembang berupa angka 47 yang menunjukkan Muktamar Muhammadiyah ke-47. Kapal pinisi yang membawa layar berbentuk angka 47 ini dilatari oleh sinar matahari terbit yang juga  memuat tulisan Muhammadiyah dalam bahasa Arab. Simbol matahari terbit dengan tulisan Muhammadiyah ini sebagai lambang resmi organisasi Muhammadiyah. Adapun penggunaan kapal Pinisi sebagai salah satu unsur logo muktamar ini karena muktamar tahun depan akan diselenggarakan di Makassar. Kapal Pinisi merupakan kapal layar tradisional dari suku Bugis dan Makassar.

Sementara itu, lagu muktamar Muhammadiyah yang juga dilaunching pada puncak acara milad Muhammadiyah kali itu, merupakan lagu yang berisikan tentang perjuangan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah pencerahan. Syair lagu muktamar ini ditulis sendiri oleh Din Syamsuddin selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kemudian diaransemen oleh seorang musisi terkenal Indonesia, Dwiki Dharmawan.  Dalam sela-sela sambutannya, Din Syamsuddin mengatakan, jika syair lagu tersebut terinspirasi saat dirinya sedang melaksanakan ibadah haji tahun ini. Tepatnya saat dirinya sedang melakukan wukuf di Arafah.

Selain itu, dalam sambutannya Din mengatakan bahwa malam itu menjadi awal dari langkah panjang untuk muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah di Makassar pada Agustus 2015 yang akan datang. Sebab tantangan yang akan dihadapi Muhammadiyah ke depan semakin berat dan komplek, baik tantangan yang datang dari dalam maupun luar negeri. Namun, hal itu harus tetap menjadikan Muhammadiyah untuk semakin memantapkan tekadnya sebagai gerakan dakwah dan siap menghadapi tantangan yang ada. “Dan Alhamdulillah, dalam putaran waktu, gerakan dakwah pencerahan Muhammadiyah menunjukkan kemajuan yang membanggakan. Dan hal ini patut kita syukuri bersama,” ungkapnya.

Din juga berharap, muktamar yang akan diselenggarakan di Makassar tersebut dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Ia juga berharap agar muktamar Muhammadiyah ke-47 dan muktamar 1 Abad Aisyiyah itu dapat menjadi tonggak untuk melancarkan gerakan dakwah pencerahan menuju Indonesia berkemajuan. “Sesuai dengan tema muktamar ke-47, muktamar yang akan datang kita harap bisa menjadi tonggak untuk melancarkan “Dakwah Pencerahan Untuk Indonesia Berkemajuan”. Inilah yang harus jadi komitmen kita bersama. Apa pun yang terjadi di negeri ini, Muhammadiyah tidak akan kehilangan asa dan orientasi untuk tetap menjadi gerakan dakwah demi memajukan agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (sakinah) (mona) (dzar)

Shared:
Shared:
1