Din Syamsuddin Diterima Ketua "MPR" Tiongkok

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 13 November 2014 08:29 WIB

Tiongkok - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yg juga Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. M. Din Syamsuddin memimpin Delegasi Tokoh Islam Indonesia ke Republik Rakyat Cina atau Tiongkok, 28 Oktober sd 3 Nopember 2014. Kunjungan kali ini adalah atas undangan China Islamic Association (CIA) dengan dukungan Menteri Urusan Agama Tiongkok. Ikut dalam rombongan antara lain Slamet Effendy Yusuf (Ketua MUI/Ketua PBNU), Anwar Abbas (Ketua MUI/Bendahara PP Muhammadiyah), Basri Bermanda (Ketua MUI/Ketua Umum PP Tarbiyah Islamiyah), Muhyidin Junaidi (Ketua MUI/Wk Ketua Lembaga Hublu PP Muhammadiyah), Natsir Zubaidi (Wk Sekjen MUI/Dewan Masjid Indonesia), dan Amany Lubis (Wk Sekjen MUI/Guru. Besar UIN Jakarta). Ikut mendampingi rombongan Paiman Mak, Chairman of Indonesian Association for Religion and Culture/ IARC.

 

Rombongan mengunjungi Kota Xi-an, Ibu Kota Provinsi Shangxi,  kota yg memiliki masjid tua berusia lebih dari seribu tahun dan masjid lain yg sempat disinggahi Laksamana Chengho sebelum melakukan perjalanan perdamaian keempat ke Negeri Arab 600 tahun yang lalu. Di Xi-an rombongan bertemu dan berdiskusi dengan Imam masjid Xi-an dan sejumlah tokoh Muslim lokal tentang peningkatan kerjasama antara Umat Islam Indonesia dan umat Islam Tiongkok khususnya di Provinsi Shangxi.

 

Setelah dua hari berada di Xi-an rombongan melanjutkan kunjungan ke Beijing, Ibu Kota Tiongkok. Di kota ini rombongan diterima oleh Mr. Wang Zhen Wei, Chairman of Chinese People's Political Consultative Conference (CPPCC) atau semacam MPR di Indonesia. Pada pertemuan tsb Kedua tokoh membahas tentang dinamika Asia Timur dan kebangkitan Tiongkok dan peran agama, khususnya Islam. Din menyatakan bahwa dlm rangka menyongsong kebangkitan Asia sebagai kawasan pertumbuhan abad baru  Tiongkok dan Indonesia perlu meningkatkan kerjasama dlm semua bidang, baik ekonomi/perdagangan, budaya, dan keagamaan. Din lebih lanjut mengusulkan agar kerjasama itu tidak hanya antara Pemerintah dan Pemerintah (G to G), tapi juga antar rakyat dengan rakyat (P to P). Dalam kaitan inilah, menurut Din Syamsuddin, yg juga President of Asian Conference of Religions for Peace (ACRP), kerjasama antara umat beragama, khususnya umat Islam, di kedua negara perlu ditingkatkan guna mendorong kemajuan peradaban kawasan tidak terjebak ke dalam materialisme dan sekularisme. Kepada tokoh yg juga anggota Politbiro partai berkuasa di Tiongkok itu, Din  Syamsuddin menawarkan beasiswa kepada mahasiswa Muslim Tiongkok untuk belajar di Universitas-Universitas Muhammadiyah.

 

Dlm pertemuan dengan Pemimpin China Islamic Association dan Menteri Urusan Agama Tiongkok dibicarakan peningkatan kerjasama dan disepakati secara bergiliran kegiatan simultan dlm bidang ilmu pengetahuan (seminar), seni budaya, dan ekspo produk-produk bersertifikat halal.

 

Suatu hal menarik, baik di Xi-an dan Beijing restoran Muslim/halal sangat banyak sekali dan ukurannya besar bahkan bertingkat-tingkat. Restoran-restoran tsb penuh dengan lambang-lambang keislaman termasuk kaligrafi Arab di depan maupun di dalam restoran. Bahkan di kawasan tertentu dari kedua kota tsb penuh dengan restoran-restoran halal dengan antrian panjang di luar. Bahkan pada banyak jalan di sekitar masjid biasanya berjejer toko-toko atau kios-kios yg menjual makanan, minuman, dan barang serta souvenir dgn lambang keislaman. #mc

Shared:
Shared:
1