Sukses 2010, Erasmus Mundus-UMM Lanjut Hingga 2015

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 09 September 2011 13:03 WIB

 

Setelah sukses dengan skema beasiswa Erasmus Mundus dari sumber dana Komisi Uni Eropa dalam program Bridging the Gap, tahun lalu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir keberhasilan meloloskan dua proposal lagi untuk kelanjutan program tersebut. Kali ini UMM memperoleh dua program, yakni dengan skema konsorsium “One More Step” dan “Let’s Move Together”. Keduanya merupakan beasiswa pertukaran mahasiswa dan dosen dari UMM ke Eropa, dan dari Eropa ke UMM.

“Alhamdulillah dari enam kuota untuk Indonesia, dua di antaranya berhasil diraih UMM,” terang Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri UMM, Suparto, Minggu (21/08). Dua skema ini memperoleh pendanaan dari Komisi Uni Eropa sejumlah 4 Juta Euro atau sekitar Rp 25 Milyar untuk tahun akademik 2011 hingga 2015.

Rektor UMM, Muhadjir Effendy, yakin bahwa lembaga yang dipimpinnya memiliki nama yang kuat di mata konsorsium itu. Dalam suatu kunjungannya ke Trento Itali beberapa waktu lalu, Muhadjir memperoleh penjelasan dari rektorat University of Trento, bahwa dosen dan mahasiswa UMM di sana berhasil menyelesaikan studi dan aktivitasnya dengan sangat memuaskan.

Keberhasilan ini, kata rektor, telah mengantarkan UMM memperoleh predikat bintang dua dari QS Star World University Ranking dan peringkat kedelapan nasional universitas di Indonesia berdasarkan ranking Webometrics. Itulah sebabnya Muhadjir mendorong agar mahasiswa dan dosen memanfaatkan kekuatan kampusnya itu untuk go international. 
               
                “Saya memrogramkan setiap dosen UMM harus memiliki pengalaman internasional. Begitu juga untuk mahasiswa, khususnya para fungsionaris, silakan manfaatkan peluang ini untuk mencari kesempatan pertukaran mahasiswa ke Eropa,” katanya di hadapan fungsionaris mahasiswa UMM beberapa waktu lalu.

Suparto membenarkan, keberhasilan ini tak lepas dari pengalaman menangani Erasmus Mundus tahun lalu yang berhasil memberangkatkan 27 mahasiswa dan 8 dosen UMM ke Eropa. Program ini dinilai sukses oleh konsorsium sehingga bisa dilanjutkan dengan program berikutnya. Koordinator konsorsium di Trento Itali memberi apresiasi kepada UMM.

Selain itu, lanjut Suparto, peran mahasiswa dan dosen juga sangat besar. Konsorsium di Eropa kini sudah mengenal UMM dengan baik berkat komunikasi mahasiswa dan dosen yang dikirim, dan berkat pelayanan kepada mahasiswa Eropa yang studi di UMM. “Nama lembaga kita cukup kuat, sehingga selalu dilibatkan dalam setiap pembicaraan program dengan konsorsium di Asia maupun Eropa,” lanjut Suparto.

Hingga saat ini belum ada kampus lain di Indonesia yang termasuk dalam dua skema konsorsium beasiswa itu. Empat proposal yang menjadi jatah Indonesia akan diumumkan September mendatang. Suparto berharap akan semakin banyak kampus Indonesia yang mengikuti program ini karena dinilainya sangat positif bagi pergaulan internasional sebuah universitas.

Syarat proposal yang dibiayai, kata Suparto, sebenarnya relatif mudah. Hanya perlu sedikit pengalaman kerjasama internasional dan menjalin hubungan sesame anggota konsorsium. “Di masing-masing benua (Asia dan Eropa) minimal memiliki empat mitra universitas. Lalu pembicaraan mengenai program harus lebih intens di antara anggota,” terang Suparto yang akan mengikuti pertemuan konsorsium di Huangju Cina Oktober mendatang untuk mematangkan program.

Dengan demikian, dalam program “Let’s Move Together” UMM terhubung dengan 15 universitas di Eropa dan 12 universitas di Asia. Universitas-universitas Eropa itu adalah University of Murcia (Spanyol), University of Porto (Potugal) , University of Oviedo (Sapnyol) , University of Cagliari (Itali), Lublin Uni of Technology (Polandia), University of La Rochelle (Prancis), University of Latvia (Latvia), Compostela Group of Universities (Spanyol) CARM (Spanyol) University of Alicante (Spanyol), UNED (Spanyol), Casa Asia (Spanyol), Cyprus International University (Turki), Psicologos Fronteras University (Spanyol), Homofaber University (Spanyol).

Sedangkan universitas-universitas di Asia, selain UMM, adalah Hunan Normal University (Cina), Lanzhou University (Cina), Royal University of Phnom Phen (Kamboja), University of Phillipines (Filipina), University of Putra Malaya (Malaysia), Hanoi University of Education (Vientam), University of Madras (India), Sinchuan International Studies University (Cina), Yenepoya University (India) dan University of International (Cina).

Pada program “One More Step” UMM terhubung dengan Universita Degli Studi di Trento (Itali), University of Innsbruck (Austria), University of Chemical Technology and Metallurgy (Bulgaria), University of Eastern Finland (Finlandia), Technical University of Dresden (Jerman), University of Murcia Spanyol, Warsaw School of Economics (Polandia), Universidade do Minho (Portugal), University of Oviedo (Spanyol).

Sedangkan universitas-universitas Asia adalah UMM, Mongolian University of Science and Technology (Mongolia), National University of Mongolia (Mongolia), University of Laos (Laos), Hanoi University of Science and Technology (Vientam), Vietnam National University Ho Chi Min City (Vientam), Jilin University (Cina), Shanghai University (Cina), Sun Yat Sen University (Cina), Asia Institute of Technology (Thailand), Burapa University (Thailand), Chulalongkorn University (Thailand), Universiti Sains Malaya (Malaysia), Hanoi University of Transport and Communications (Vietnam), Associazione Cambogia Libri (Kamboja).

Suparto yakin kini UMM segera memasuki tahap international recognition, setelah melewati internastional awareness dan international exposure. “Tahapan itu penting untuk menuju the world class university,” pungkasnya.

Shared:
Shared:
1