Milad Muhammadiyah Ajak Pemimpin Bangsa Konsisten Kata dan Perbuatan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 09 November 2014 13:02 WIB

Bantul – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul mengajak pemimpin pemerintahan memberi keteladanan yang baik bagi bangsa Indonesia serta pejabat untuk menjalankan amanah selalu konsisten antara kata dan perbuatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantul Saebani dalam Apel Akbar Milad Muhammadiyah ke 105 Hijriah atau 102 Miladiah di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu kemarin (8/11).

“Kita semua berharap agar para pemimpin bangsa memegang amanah khususnya konsistensi dalam kata dan perbuatan agar bangsa ini bisa lebih baik,” ujarnya dalam pidato resmi.

Apel dengan pembina Bupati Bantul Sri Surya Widati dan dihadiri anggota DPRD Bantul, Kepala SKPD, Kepala Kementerian Agama Bantul, Ketua MUI Bantul, Saebani menyampaikan ajakan dan komitmen moral pembangunan bangsa melalui pembangunan karakter atau akhlaq utama bangsa.

Menurutnya, pembentukan ahklaq bangsa harus menanamkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, kedamaian, keterpercayaan, persaudaraan, dan kemandirian yang harus dibangun di atas kebenaran dan kebaikan umat.

Ia mengajak mengajak pemerintah di seluruh tingkatan untuk semakin meningkatkan komitmen dan kesungguhan dalam memajukan bangsa, disertai sikap mengedepankan keadilan di atas semua golongan termasuk Muhammadiyah.

Apel milad yang juga dihadiri jajaran pengurus Muhammadiyah, Aisyiyah dan organisasi otonom hingga ribuan siswa-siswi sekolah Muhammadiyah mengajak warga Muhammadiyah dan seluruh bangsa untuk bertekad memperbaiki diri.

“Masa depan bangsa tergantung pada keutamaan akhlaq warga dan para pemimpinnya,” kata orang nomor satu di Muhammadiyah Bantul tersebut.

Adapun dalam kesempatan apel milad Muhammadiyah kemarin, Bupati Bantul Sri Suryawidati turut mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus dan warga Muhammadiyah di Bantul. Bupati mengatakan momentum Milad Muhammadiyah hendaknya menjadi refleksi seluruh rakyat akan kiprah Muhammadiyah sejak tahun 1961 dengan diangkatnya KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah sebagai pahlawan nasional oleh Presiden RI pertama Soekarno.

Istri politisi PDIP Idham Samawi mengingatkan alasan Presiden RI pertama pengangkatan pendiri Muhammadiyah sebagai pahlawan. Salah satunya pelopor dalam kebangkitan umat Islam Indonesia yang juga menyikapi bangsa melalui karya baik dalam amal usaha sosial hingga pendidikan.

“Jadi Muhammadiyah sebagai gerakan misi dakwah dan pembaharuan sebelum kemerdekaan diraih bangsa kita. Untuk itulaj harus terus berkobar hingga sekarang dalam turut menjaga NKRI dan kemajuan bangsa,” pungkas bupati. (dzar)

 

Shared:
Shared:
1