IMM Sukses Gelar Workshop Entrepreneur Masyarakat Ekonomi ASEAN

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 02 November 2014 00:50 WIB

Makassar - Masyarakat Ekonomi ASEAN atau yang sering dikenal dengan Asean Economy Community akan segera dilaksanakan di kawasan Negara-negara ASEAN . MEA bisa jadi tantangan dan peluang. Masyarakat Indonesia harus siap untuk menghadapinya.

Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Gowa,  Muh Fitriadi  dalam Workshop Entrepreneur, Mahasiswa Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, yang diselenggarakan oleh Bidang IMMawati DPP IMM dan DPD IMM SulSelBar di Auditorium Al-Amin Universitas Muhammadiyah Makassar (28/10).

“Mahu tidak mahu, suka tidak suka, MEA akan hadir di tengah-tengah kita. Menghadapinya kita harus pandai berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dan menguasai teknologi informasi” Ujar pemenang Wirausaha Mandiri 2012 ini.

MEA tidak hanya soal jual beli barang saja, tapi jasa juga akan menjadi bagian dari MEA. Guru dan Dosen pun akan datang dari luar. Jika kapasitas guru dan dosen tidak ditingkatkan, maka akan kalah saing dengan guru dan dosen asing.

Praktisi Kewirausahaan, Mawardi Jamaluddin, mengatakan bahwa kita harus membangun usaha sejak dini. Ini tidak mudah, karena butuh niat serius dan terjun langsung berwirausaha.

“Niat saja butuh proses dalam memulai usaha, prosesnya tidak singkat. Harus telaten untuk membangun jiwa wirausaha dan membangun bisnis”. Pungkasnya. Harus berani jatuh bangun untuk menjadi wirausaha sukses, lajutnya, jika tidak, jangan coba-coba.

Staf Ahli DPD RI, Muh Fitrah Yunus, mengatakan karena masyarakat Ekonomi ASEAN sudah diratifikasi oleh pemerintah maka mahu tidak mahu, suka tidak suka kita tetap akan menghadapinya.

“Tentu MEA bisa menjadi peluang bagi masyarakat, tetapi juga bisa menjadi ancaman serius. Peluangnya karena kita sebagai masyarakat dapat langsung terkoneksi dengan mudah antar bangsa dan antar Negara ASEAN. Akan semakin ekonomis dan efisien untuk bekerja di belahan Negara manapun di ASEAN”, ujarnya.

Tantangannya, lanjutnya, walaupun terkoneksi dengan mudah dan murah tapi ketika tidak ditopang dengan kreatifitas masyarakat untuk mengimbangi gempuran barang dan jasa dari luar, maka tentu impor akan tidak seimbang dengan ekspor. (dzar)

Shared:
Shared:
1