Para Aktivis Muda Muhammadiyah Workshop Gerakan dan Pemikiran Muhammadiyah di UMS

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 02 November 2014 00:25 WIB

Surakarta - Muhammadiyah tidak lagi berdiri sebagai Ormas modern berbasis sosial kemasyarakatan di Indonesia, tetapi kini berhadapan dengan berbagai persoalan serius masalahinternasional. Persoalan internasional itu merupakan peluang bagi Muhammadiyah untuk semakin berkiprah untuk umat secara global.

“Internasionalisasi adalah kata kunci, di mana pesan-pesan sosial keagamaan dapat dinikmati oleh umat manusia dari seluruh belahan dunia,” ungkap Dr Mutohharun Jinan , Ketua Panitia Workshop Internasionalisasi Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah, di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (31/10).

Dengan bekal pengalaman berorganisasi selama seabad, menurut Mutohharun, Muhammadiyah diharapkan mampu mewarnai jagat pemikiran dan praksis sosial yang dibawa sebagai role model di tingkat global. Dengan fondasi ideologi reformis dan moderat yang menjadi karakter gerakannya plus pandangan Islam yang berkemajuan dan berbagai potensi sumberdaya manusia, amal usaha, dan jaringan yang dimiliki, Muhammadiyah akan mampu menghadapi masalah dan tantangan yang menghadang betapa pun kompleksnya.

“Inilah tantangan Muhammadiyah. Mencoba memberikan sesuatu kepada publik internasional dengan modal sosial yang telah dimiliki. Setidaknya, Muhammadiyah dapat berperan dalam tiga hal utama. Yaitu, ranah politik, ekonomi, dan kultural,” jelasnya.

Terhadap tantangan besar itu masih ada sedikit aktivis gerakan ini yang terus menggelorakan dan merevitalisasi pendidikan Muhammadiyah agar tetap menjadi inisiator perubahan. Sebagian sudah melakukan dan menunjukkan sinyal positif sebagian lagi masih dalam proses penemuan. Oleh karena itu, kata Mutohharun, perlu ada ruang dan promosi untuk membagi pengalaman dan kisah sukses mengelola sekolah Muhammadiyah.

 “Internasionalisasi Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah merupakan tema utama dalam workshop yang digelar di Kampus UMS, (31/10 – 1/11)

Muhammad Dai, Wakil Rektor UMS dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini merupakan ide yang bagus untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Gagasan internasionalisasi pemikiran dan gerakan Muhammadiyah merupakan gagasan yang menarik dan luar biasa. ” ungkap Dai

“ Dengan adanya internasionalisasi gerakan Muhammadiyah, mari kita upayakan agar Muhammadiyah dikenal lebih luas di tataran internasional,” sambungnya.

Berdasar laopran panitia penyelenggara, ada empat puluh makalah yang telah diterima panitia, sebagai syarat peserta untuk mengikuti workshop ini.  Makalah yang dibuat terkait dengan tema besar workshop ini, yaitu “Internasionaliasasi Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah”.

“Kader Muhammadiyah itu pekerja, bukan penonton. Oleh sebab itu peserta yang hadir di ruangan ini semuanya adalah peneliti yang mengirimkan makalahnya untuk mendukung agenda ini” jelas Maarif Jumain, penanggung jawab workshop ini.

“Harapannya semoga dengan adanya workshop ini, para peneliti muda semakin banyak bermunculan di Muhammadiyah dan usaha untuk mengenalkan gerakan Muhammadiyah dalam tataran internasional semakin banyak.” Lanjut Maarif. (mona) (dzar)

Shared:
Shared:
1