Siswi Mu’allimaat Harus Menjadi Kader Penerus Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 31 Oktober 2014 20:48 WIB

Yogyakarta- Pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan siswi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta perlu dioptimalkan. Karena, siswi yang cerdas akan lebih mudah menerima sesuatu sehingga pada waktunya nanti mereka akan siap untuk melanjutkan kuliah, siap untuk menghadang dunia sosial dan siap untuk menghadapi kehidupan.

Hal itu dikatakan istri Walikota Yogyakarta, Hj Tri Kirana Muslidatun, SPsi – yang akrab disapa bu Anna Haryadi – di depan siswi kelas XII Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta sebelum membuka Career Day di aula setempat, Kamis (30/10), diikuti 17 PTN dan PTS se-DIY/Jawa Tengah.

Didampingi Direktur Mu’allimaat Agustiyani Ernawati, SPd dan Lurah Notoprajan Dra Erna Nur Setyaningsih, istri Walikota Yogyakarta dan Pembina PKK Kota Yogyakarta itu, mengajak siswi Mu’allimaat Muhammadiyah untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. “Siapa pun harus bisa menjadi siswi cerdas yang bisa mengentaskan bangsa ini dari segala sesuatu yang saat ini tampak porak poranda,” tandas Anna Haryadi.

Pada kesempatan itu, Direktur Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta memberikan dorongan kepada siswinya untuk menuntut ilmu lebih tinggi dan menjadi orang yang terbaik. “Saya berharap kepada siswa Mu’allimaat untuk mengamalkan ilmu yang telah didapat,” kata Agustyani Ernawati sambil menambahkan lulusan Mu’allimaat sebagai kader persyarikatan untuk menjadi tulang punggung pimpinan Aisyiyah di tingkat Ranting sampai Pusat di waktu yang akan datang.

Madrasah Muallimat Muhammadiyah – yang saat ini siswinya berjumlah 1.030 orang  dan diampu 80 tenaga pengajar – dipercaya sebagai sekolah kader yang dapat melahirkan para pemimpin masa depan Indonesia.Madrasah  Mu’allimaat  Muhammadiyah Yogyakarta merupakan lembaga pendidikan khusus putri yang mempunyai misi membentuk calon pemimpin, calon pendidik, sebagai kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Kompetensi lulusan yang diharapkan terdiri dari enam kompetensi utama: kompetensi dasar keilmuan, bahasa asing, akhlak dan kepribadian, keguruan, kewirausahaan, organisasi dan pergerakan.

Untuk  mewujudkan  harapan tersebut hampir semua alumni Madrasah Aliyah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta meneruskan pendidikan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Maka, untuk mewujudkan impian tersebut peran Bimbingan Konseling menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi negeri ataupun swasta, di antaranya UMY, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir “BATAN”, UGM, STIKES “Surya Global”, Prasetiya Mulya School of Business & Economics, STIE YKPN Yogyakarta, Politeknik Kesehatan Negeri Yogyakarta, UII, UNY, UAD, D-III FE UII, Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa, Institut Sains dan Teknologi “AKPRIND” Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Telkom University Bandung, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam, Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Magelang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, STIKES Aisyiyah Yogyakarta dan Universitas Al Azhar Kairo.(ASA) (mac)

 

 

Shared:
Shared:
1