Ketum DPP IMM Pimpin Sidang Kongres Pemuda OIC di Turki

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 13 Oktober 2014 11:56 WIB

Jakarta - Tahun ini pertemuan pemuda OKI atau yang dikenal dengan OIC diadakan di Istanbul Turki dan Indonesia hadir sebagai bagian keanggotaan peserta OIC(Organization of the Islamic Conference). Beni Pramula ( Ketua Umum DPP IMM ) didaulat oleh forum untuk memimpin proses sidang OIC yang mengambil tema : 2nd GENERAL ASSEMBLY. Islamic Conference Youth Forum for Dialogue & Corporation. “Preserving Values Rendering Vuture Better” (9 – 11/10).

Adapun agenda ICYF-DC 2014 ini selain melaporkan kebijakan selama satu periode, mengkoordinasikan, mengevaluasi dan menyusun kegiatanpemuda di negara-negara OKI. Memilih Presiden, Sekretaris Jendral dan Anggota Dewan OIC periode 2014-2018.Forum iniakan membahas mengenai beberapa isu utama diantaranya: advokasi kepentingan pemuda, mendukung pembangunan berkelanjutan, menjaga perdamaian dunia, pendidikan, kewirausahaan, penguatan nilai-nilai moral generasi muda dan terlibat dalam dialog antar budaya.

Selain berkesempatan untuk mewarnai forum bergengsi tingkat internasional ini, delegasi yang diutus oleh OIC Indonesiaberhasil menghantarkan Tan Taufiq Lubis Ketua OIC Indonesia menjadi anggota Dewan OIC Internasional yang selanjutnya beliau akan berkantor di Word Stret Center Istanbul Turki. Tan Taufiq menjadirepresentasi Pemuda Indonesia sekaligus satu-satunya pemuda dari kawansan ASIA yang akan memainkan peran-peran strategis kerjasama multilateral antar pemuda Negara Islam.

“Kita berharap dengan terpilihnya Saudara Tan menjadi anggota Dewan OIC dapat dirasakan manfaatnya bagi kemajuan Pemuda Islam di Indonesia.” Ujar Beni

Pertemuan OIC ini sangat penting di tengah bergolaknya perpolitikan dunia Islam, khususnya negara-negara di Timur Tengah. Pemuda Indonesia dapat mengambil peranan strategis dengan modal politik (demokrasi), ekonomi (pertumbuhan ekonomi), dan sosia budaya (Islam terbesar) bagi penyelesaian konflik yang melanda negara-negara muslim.

“Indonesia dipandang mampu untuk berperan sebagai teladan (role of model) bagi keserasian antara Islam, modernitas dan demokrasi damai, serta sebagai bridge builder hubungan Barat dan Islam. Tuntutan untuk ikut berperan dalam upaya perdamaian bagi Negara-negara anggota termasuk Indonesia sejalan dengan Mecca Declaration and Ten-Years Program of Actions Organization of The Islamic Conference (TYPOA-OIC) yang tidak hanya fokus pada isu politik, tetapi juga isu-isu pembangunan, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan”, demikian ungkap Beni melalui rilisnya.

Melalui ICYF-DC 2014, OIC diharapkan mampu membangun nilai-nilai toleransi, modernitas, demokrasi, memerangi terorisme, membendung Islamophobia, meningkatkan kerjasama dan solidaritas antar negara anggota, conflict prevention, penanggulangan masalah Palestina, Filipina Selatan, Thailand, Kashmir yang tak kunjung usai, serta masalah-masalah yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara. (mona)

Shared:
Shared:
1