PCI Muhammadiyah Inggris Gelar Darul Arqom Untuk Warga Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 23 September 2014 00:21 WIB

London - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Inggris (PCIM UK) mengadakan Darul Arqom bagi warga Muhammadiyah di United Kingdom. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran warga Muhammadiyah di Inggris tentang cita-cita Muhammadiyah dalam konteks keislaman, ke-Indonesiaan, dan kemodernan. Sebagai bagian dari gerakan Islam dan elemen bangsa Indonesia, PCIM UK memiliki harapan untuk membangkitkan semangat dakwah anggota-anggotanya dan menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pergerakan Islam yang berwawasan modernis. Selain penguatan ideologi internal, kegiatan ini juga menjadi media perekrutan anggota baru.

Kegiatan ini mengambil tema: Peran Penting Muhammadiyah dalam Modernisasi dan Perwujudan Perdamaian Dunia. Kegiatan diselenggarakan dalam 2 waktu dan tempat yang berbeda, yakni pada tanggal 30 Agustus 2014 bertempat di London dan tanggal 14 September 2014 bertempat di Leeds. Kegiatan ini dihadiri oleh warga Muhammadiyah dari beberapa kota di UK, seperti London, Leeds, York, Newcastle, Sheffield, Hull, Nottingham, Huddersfield, Birmigham dan Colchester.

Pada pelaksanaan pertama di London, acara DA diisi dengan pemaparan oleh Ketua PCIM UK M Hilaly Basya tentang Dinamika Pemikiran Islam Modernis di Muhammadiyah. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan workshop tentang beberapa hal yang dihadapi oleh bangsa Indonesia: (1) Politik dan Ekonomi, (2) Agama dan Pendidikan, (3) Kesehatan dan Kesetaraan Gender. Dari diskusi di bidang Ekonomi dan Politik, para peserta menyoroti adanya ketimpangan dalam ekonomi di Indonesia, sehingga pemerataan pembangunan dan ekonomi disarankan untuk menjadi prioritas pengembangan ekonomi di Indonesia berdasarkan potensi di tiap-tiap wilayah.

Muhammadiyah diharapkan mampu berkiprah dalam pembangunen ekonomi di Indonesia dengan menciptakan generasi Muhammadiyah yang berjiwa wirausaha. Kiprah dalam bidang politik juga dapat dilakukan Muhammadiyah dengan memberikan pendidikan politik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam kepada warga dan siswa Muhammadiyah. Sedangkan kepastian hukum di Indonesia dianggap sebagai hal penting yang harus segera diwujudkan, salah satunya dengan sinkronisasi produk-produk hukum dan penegakannya. Diskusi menarik terjadi pada bidang agama dan kehidupan sosial, dimana para peserta menyoroti masih kurangnya peran Muhammadiyah dalam memediasi terjadinya kekerasan dalam kehidupan beragama serta masih kurangnya. Selain itu, Muhammadiyah masih dianggap belum berhasil melakukan pembinaan kader yang mampu menerjemahkan cita-cita Muhammadiyah ke dalam amal usaha yang dimiliki. Muhammadiyah diharapkan memiliki standard dan kurikulum yang bisa dimanfaatkan dalam gerakan dakwah ke akar rumput.

Sedangkan pembicara kedua yakni MD Hilal (cicit Pendiri Muhammadiyah, KH Achmad Dahlan) menyampaikan pengalaman dan perkembangan dakwah Islam di UK melalui lembaga Steps2Allah. Pada acara ini juga diisi dengan sharing pengalaman para muallaf yang menjadi murid-murid di lembaga Steps to Allah, dalam mencari kebenaran Islam. Sharing pengalaman ini memberikan pelajaran berharga untuk semua peserta yang hamper semuanya menjadi muslim karena faktor keturunan. Bahkan salah satu muallaf, menekuni upaya melakukan dakwah di jalan-jalan di kota London sebagai usaha untuk menyebarkan ajaran Islam di UK.

Pelaksanaan Darul Arqom yang kedua bertempat di kampus University of Leeds (14/09/2014) yang menghadirkan 4 pembicara dari PP Muhammadiyah Indonesia yakni Haedar Nashir (Ketua PP Muhammadiyah), Zamroni (Bendahara Umum PP Muhammadiyah), Muhadjir Effendi (Rektor Universitas Muhammadiyah Malang) dan Kasiyarno (Rektor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta).

Haedar Nashir menyampaikan sejarah dan peran Muhammadiyah dalam melakukan pemurnian dan pembaruan dalam Islam yang sering kali menghadapi tantangan yang berat dan membutuhkan waktu yang lama. Selanjutnya, Zamroni dalam paparannya, menggaris bawahi bahwa untuk mencapai tujuan dakwah secara baik, dibutuhkan 2 hal yakni faktor kultural dan struktural.

Rektor UAD pada sesi berikutnya menyampaikan bagaimana tantangan yang harus dihadapi oleh Muhammadiyah dalam berdakwah di dunia barat. Sementara itu Muhadjir Effendy berpesan kepada semua yang hadir pada acara untuk tidak hanya mempelajari tentang ilmu yang terkait dengan studinya, namun juga menekankan bagaimana pentingnya karakter kepemimpinan, pentingnya memahami sejarah kebangsaan dan keterbukaan dalam menyikapi persoalan kebangsaan. Setelah acara resmi selesai, peserta dan pembicara melakukan diskusi informal bertempat di rumah salah satu warga Muhammadiyah di Leeds. Setelah menghadiri acara di PCIM UK, rombongan dari PP Muhammadiyah selanjutnya melanjutkan kunjungan kepada warga Muhammadiyah di Belanda, Perancis dan Spanyol. (dzar)

Shared:
Shared:
1